18
Mar
11

Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam suatu periode biasanya dalam satu tahun. Salah satu indikator telah terjadinya alokasi yang efisien secara makro adalah nilai output nasional yang dihasilkan oleh sebuah perekonomian suatu negara dalam periode tertentu. Besarnya output nasional dapat menunjukkan beberapa hal penting dalam sebuah perekonomian, yaitu :
Besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang seberapa efisien sumber daya yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang ada dalam perekonomian.
Besarnya output nasional merupakan sebuah alat ukur produktivitas dan tingkat kemakmuran suatu negara.
Besarnya output nasional merupakan gambaran tentang masalah-masalah struktural yang dihadapi perekonomian.
Itulah sebabnya perhitungan pendapatan nasional yang lebih dikenal sebagai pendapatan nasional merupakan pokok pembahasan dalam teori ekonomi makro. Terdapat beberapa konsep dalam pendapatan nasional, yaitu :

* Produk Domestik Bruto (GDP)

Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk barang dan jasa yang dihasilkan di dalam suatu wilayah negara (domestik) baik itu perusahaan asing mau pun domestik dalam jangka waktu selama satu tahun.

* Produk Nasionl Bruto (GNP)

Produk Nasional Bruto adalah jumlah produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh seorang warga negara termasuk hasil produk dari warga negara yang berada di luar negeri tatapi bukan dari hasil perusahaan asing yang berada di dalam negeri.

* Produk Nasional Neto (NNP)

Produk Nasional Neto adalah jumlah produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara dikurangi oleh depresiasi atau penyusutan barang modal.

*Pendapatan Nasional Neto (NNI)

Pendapatan Nasional Neto adalah jumlah pendapatan yang diterima warga negara sebagai pemilik faktor produksi.

*Pendapatan Perseorangan (PI)

Pendapatan Perseorangan adalah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat meskipun tidak melakukan kegiatan apa pun.

Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelajakan adalah pendapatan yang siap untuk dibelanjakan untuk membeli barang dan jasa.
Terdapat tiga cara yang dapat digunakan untuk menghitung pendapatan nasional, yaitu :

1. Metode Pengeluaran

Metode ini banyak digunakan di negara-negara maju. Cara pehitungannya adalah dengan membagi sektor perekonomian menjadi beberapa sektor produksi.

1.Metode Pendapatan

Metode ini diperoleh dari pendapatan para pekerja, pendapatan dari usaha perseorangan, pendapatan dari sewa, bunga neto dan keuntungan perusahaan.

1. Metode Produksi

Metode ini diperoleh dengan menjumlahkan nilai tambah yang dibuat oleh sebuah perusahaan di berbagai jenis usaha.
Selain bertujuan untuk mengukur kesejahteraan suatu negara dan untuk mendapatkan data-data tentang pendapatan suatu negara, perhitungan pendapatan nasional suatu negara juga memiliki banyak tujuan antara lain untuk meneliti struktur perkonomian suatu negara.

TEORI PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI

 

1.    MAZHAB HISTORISMUS

Pola pendekatan pembangunan ekonomi yang berpangkal pada perspektif sejarah

Bersifat induktif empiris.

Fenomena ekonomi : Perkembangan yang  Menyeluruh dan  tahap tertentu dalam sejarah.

Dimulai di Jerman abad XIX s/d awal abad XX.

FRIEDRICH LIST (TH.1840)

Pelopor Historismus : Eksponen Nasionalisme Ekonomi

Bahwa Tahap Perkembangan Ekonomi yaitu dengan cara produksi :

1.    Tahap primitip

2.    Tahap Beternak

3.    Tahap Pertanian

4.    Industri Pengolahan (Manufacturing)

5.    Pertanian, Industri Pengolahan & Perdagangan

 

BRUNO HILDEBRAND (1848)

Terjadi Evolusi dalam masyarakat

Kritik terhadap  Frienrich List : Bahwa Peekembangan Ekonomi bukan dari cara produksi / cara konsumsi yaitu dari cara distribusi

Tahapan cara distribusi, adalah :

1.    Perekonomian Barter (Natura)

2.    Perekonomian Uang

3.    Perekonomian Kredit

 

Kelemahan Teori Bruno :

1.      Tidak dijelaskan proses perkembangan dari tahap tertentu ke tahap berikutnya

2.      Tidak memberi sumbangan yang berarti terhadap analitis di bidang ilmu ekonomi.

 

KARL BUCHER

Karl memberikan suatu Sintesa dari Pendapat Frienrich List dan Bruno Hildebrand, yaitu Perkembangan  Ekonomi terdapat 3 tahap :

1.    Produksi untuk kebutuhan Sendiri (subsistence)

2.    Perekonomian Kota dimana pertukaran sudah meluas

3.    Perekonomian Nasional, Dimana peran pedagang menjadi semakin penting

 

WALT WHITMAN ROSTOW (WW. ROSTOW)

Sangat popular dan paling banyak komentar dari ahli

Artikel : Economics Journal (Maret 1956) dimuat dlm Buku The Stages of Economics Growth (1960).

Menurut WW Rostow, Pembangunan Ekonomi merupakan suatu proses yang dapat menyebabkan :

1.      Perubahan orientasi ekonomi, politik dan social yang pada mulanya berorientasi ke dalam menjadi berorientasi keluar.

2.      Perubahan pandangan masyarakat mengenai jumlah anak dalam keluarga yaitu kesadaran untuk membina keluarga kecil

3.      Perubahan dalam  kegiatan investasi masyarakat dari melakukan investasi yang tidak  produktif menjadi investasi yang produktif

4.      Perubahan sikap hidup dari adat istiadat dan keluarga menjadi ditentukan oleh kesanggupan melaksanakan pekerjaan

5.      Perubahan pandangan masyarakat yang awal ditentukan oleh keadaan alam menjadi berpandangan bahwa manusia harus memanipulasi keadaan alam untuk kemajuan

 

WW Rostow membedakan pembangunan ekonomi ke dalam 5 tahap :

1.           Tahap Masyarakat Tradisional (The Traditional Society)

Masyarakat yang masih menggunakan cara berproduksi yang relative primitive dan cara hidup yang masih dipengaruhi oleh nilai-nilai pemikiran yang tidak rasional dan kebiasaan yang sudah turun temurun.

–            Fungsi Produksi terbatas, cara produksi masih primitif

–            Tingkat produktifitas masyarakat rendah : untuk sector pertanian

–            Struktur social hirarkis : mobilitas vertical masyarakat kecil ; kedudukan masyarakat tidak berbeda dengan nenek moyang.

–            Kegiatan politik dan pemerintahan di daerah-daerah berada di tangan tuan tanah.

 

2.    Tahap Prasyarat Tinggal Landas (The Preconditions for Take-Off)

Masa transisi masyarakat mempersiapkan untuk mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri (self sustained growth).

Cirri tahap prasyarat :

a.      Perubahan dalam system politik

b.      Struktur social

c.       Nilai – nilai masysrakat

d.      Struktur kegiatan ekonomi

 

Tahap ini memiliki 2 corak berbeda :

1.      Tahap Prasyarat Tinggal landas yang dialami negara Eropa, Asia, Timur Tengah dan Afrika : perombakan terhadap masyarakat tradisional yang sudah ada untuk mencapai tahap tsb.

2.      Tahap Prasyarat Tinggal landas yg dialami negara born free (daerah imigran) (Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Selandia Baru) : tanpa harus merubah sistim masyarakat tradisional yang sudah ada dan umumnya masyarakat imigran

 

3.    Tahap Tinggal Landas (The Take-Off)

Pertumbuhan ekonomi selalu terjadi, Kemajuan pesat dalam inovasi atau terbukanya pasar-pasar baru.

 

Tiga (3) ciri utama negara yang mencapai Tahap Tinggal Landas :

1.      Kenaikan investasi yang produktif dari 5% atau kurang menjadi 10% dari PNB (Nett National Product).

2.      Berkembangnya satu atau beberapa sector industri pemimpin (leading sector) dengan tingkat pertumbuhan tinggi

3.      Tercapainya suatu kerangka dasar politik, social dan kelembagaan yang dapat menciptakan perkembangan di sektor modern dan potensi ekonomi eksternal yang dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi.

 

Peranan lending sektor

Yaitu pertumbuhan yang digerakan oleh perkembangan sejumlah kecil kegiatan ekonomi yang di golongkan pada sektor ekonomi primer.

 

Terdapat 4 faktor untuk menciptakan leading sector yang perlu dipahami:

1.      Harus ada kemugkinan perluasan pasar bagi barang-barang yg diproduksi yg mempunyai kemungkinan utk berkembang dgn cepat

2.      Dalam sector tsb hrs dikembangkan teknik produksi yg modern dan kapasitas produksi harus bisa diperluas

3.      Harus tercipta tabungan dalam masyarakat dan para pengusaha harus menanamkan kembali keuntungannya untuk membiayai pembangunan sector pemimpin

4.      Pembangunan dan transformasi teknologi sector pemimpin harus bisa diciptakan kebutuhan akan adanya perluasan kapasitas dan modernisasi sector-sektor lain.

 

 

Urutan Negara Lepas Landas dan Leading Sector menurut WW Rostow :

(Masa Tinggal Landas : 20 – 25 tahun) :

 

No Urut             Negara           Tahun                        Leading Sector

1                         Inggris            1783-1802     Industri Tekstil

2                         Perancis        1830-1860     Jaringan KA

3                         Belgia             1833-1860     Jaringan KA

4                         USA                1843-1860     Jaringan Jalan KA

5                         Jerman          1850-1873     Jaringan Jalan KA

6                         Swedia           1868-1890     Industri Kayu

7                         Jepang           1878-1900     Industri Sutera

8                         Rusia             1890-1914     Jaringan Jalan KA

9                         Kanada          1896-1914     Jaringan Jalan KA

10                       Argentina      1935               Industri Subst Impor

11                       Turki               1937

12                       India               1952

13                       RRC               1952

 

 

4.    Tahap Menuju Kedewasaan (The Drive to Maturity)

Kondisi masyarakat sudah secara efektif menggunakan Teknologi modern di hampir semua kegiatan produksi dan kekayaan alam. Sektor pemimpin baru akan bermunculan menggantikan sector pemimpin yang mengalami kemunduran.

 

Karakteristik non ekonomi pada tahap menuju kedewasaan :

1.      Struktur dan keahlian tenaga kerja berubah

Kepandaian dan keahlian pekerja bertambah tinggi.

Sektor indusri bertambah penting peranannya

Sektor pertanian menurun peranannya.

2.      Sifat kepemimpinan dalam perusahaan mengalami perubahan. Peranan manajer professional semakin penting dan menggantikan kedudukan pengusaha pemilik.

3.      Masyarakat bosan dengan keajaiban yg diciptakan industrialisasi sehingga menimbulkan  kritik-kritik.

 

Negara yang mencapai tahap ini (WW Rostow) adalah :

Inggris (1850), USA (1900), Jerman dan Perancis (1910), Swedia (1930) Jepang (1940) Rusia dan Kanada (1950).

 

5.   Tahap Konsumsi Tinggi (The Age on High Mass Consumption)

Dalam tahap ini perhatian masyarakat menekankan pada masalah konsumsi dan kesejahteraan masyarakat, bukan pada masalah produksi.

 

Terdapat 3 macam tujuan masyarakat yang ingin dicapai pada tahap ini :

1.      Memperbesar kekuasaan dan pengaruh ke luar negeri dan kecenderungan berakibat penjajahan terhadap bangsa lain

2.      Menciptakan negara kesejahteraan (welfare state) (Negara Persemakmuran = Comment Wealth) dengan cara mengusahakan terciptanya pembagian pendapatan yang telah merata melalui sistim pajak progresif (semakin banyak semakin besar)

3.      Meningkatnya konsumsi masyarakat melebihi kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan) menjadi konsumsi terhadap barang tahan lama dan barang-barang mewah.

 

Negara pertama mencapai tahap ini :

USA ( th. 1920), Inggris (th. 1930), Jepang dan Eropa Barat (th. 1950) dan Rusia (Pasca Stalin)

 

 

TEORI SCHUMPETER

  • Sistim kapitalisme merupakan sistim yang paling baik dalam menciptakan pembangunan ekonomi
  • Namun dalam jangka panjang sistim kapitalisme akan mengalami stagnasi.

 

Faktor utama penyebab perkembangan ekonomi : proses inovasi oleh inovator atau wiraswasta (entrepreuner).

Inovasi mempunyai 3 pengaruh :

1.      Diperkenalkan teknologi baru

2.      Keuntungan lebih (monopolistis), sumber dana akumulasi modal.

3.      Timbul  proses peniruan (imitasi); meniru teknologi.

Faktor-faktor penunjang inovasi :

Menurut Schumpeter terdapat 5 kegiatan dalam inovasi :

1.     Diperkenalkan produk baru yang sebelumnya tidak ada.

2.     Diperkenalkannya cara produksi baru

3.     Pembukaan daerah pasar baru

4.     Penemuan sumber bahan mentah baru

5.     Perubahan organisasi industri dalam EFISIENSI INDUSTRI

 

Syarat-syarat terjadinya inovasi :

  • Ada calon pelaku inovasi (inovator dan wiraswasta) dlm masyarakat
  • Ada lingkungan sosial, politik & teknologi untuk merangsang semangat inovasi dan pelaksanaan ide-ide untuk berinovasi.

 

Terdapat 2 faktor penunjang lain, yang perlu dipertimbangkan yaitu :

1.      Tersedia cadangan ide-ide baru secara memadai

2.      Ada sistim perkreditan dalam menyediakan dana entrepreneur untuk merealisaskan ide tersebut menjadi kenyataan.

 

 

TEORI KETERGANTUNGAN

  • Tergabungnya secara paksa (forced incorporated) daerah-daerah pinggiran ke dalam ekonomi kapitalisme dunia ; penyebab keterbelakangan (UNDERDEVELOPED) negara yang sedang berkembang.
  • Implikasi : Tanpa kolonialisme dan integrasi ke sistim kapitalisme dunia, negara yang sedang berkembang mampu mencapai tingkat kesejahteraan tinggi dan dapat mengembangkan pengolahan (manufacturing) mereka atas usaha dan kekuatan sendiri.
  • Mengabaikan faktor-faktor intern ; struktur sosial budaya & pola perilaku masyarakat prakolonial.
  • Terlalu melebihkan efisiensi administratif untuk menekankan kemungkinan yang sebenarnya terbuka bagi negara-negara untuk mengalami suatu transisi kapitalisme borjuis.

 


0 Responses to “Pendapatan Nasional”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: