19
May
10

MANUSIA DAN PENDERITAAN

Penderitaan adalah sesuatu yang dianggap sebagai kesuliatan bagi setiap manusia. Penderitaan dapat dilihat dari barbagai macam segi kehidupan yang merupakan kesulitan bagi seseoarang yang mengalaminya. Penderitaan   berasal   dari   kata   derita.  Kata   derita   berasal   dari   bahasa   sansekerta   dhra   artinya  menahan   atau menanggung. Derita artinya   menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat,  ada yang berat,  ada yang ringan.  Namun peranan  individu  juga menentukan berat-tidaknya  intensitas penderitaan. Suatu pristiwa   yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain.  Dapat  pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali  bagi  seseorang, atau sebagai  langkah awal untuk mencpai kenikmatan dan kebahagiaan.

Seseorang yang mengalami penderitaan adalah Bilqis menderita kegagalan fungsi saluran empedu alias atresia bilier. Penyakit yang terdeteksi dari kotoran berwarna putih pekat seperti dempul itu diketahui diidap Bilqis sejak berumur dua minggu.Gara-gara atresia bilier itu, kulit Bilqis yang semula putih kini hitam, matanya berwarna kuning, dan perutnya menggembung. Pada umur 50 hari prosedur kasai, yakni memotong saluran empedu, dijalani Bilqis. Tindakan medis ini ternyata tak banyak manfaatnya bagi Bilqis. Kondisi Bilqis kian buruk. Cangkok hati seharusnya dijalaninya beberapa bulan lalu.Namun, apa daya, keluarga Bilqis tidak punya biaya untuk cangkok hati sebesar Rp 1 miliar. Biaya itu pun hanya untuk operasi, belum mencakup kebutuhan dana pascaoperasi.

Sebenarnya, ibu-bapak Bilqis—Dewi Farida dan Donny Ardianta Passa—bukan orangtua yang masuk kategori keluarga miskin. Namun, penyakit Bilqis telah mengubah segalanya. Kebutuhan dana Rp 1 miliar sulit terpenuhi. Sejak Balqis lahir hingga kini sudah ratusan juta rupiah yang dikeluarkan untuk pengobatan sang bayi. Sekali dalam sebulan, Bilqis harus dirawat di rumah sakit. Bilqis dirawat 16 hari pada Desember lalu dan 6 hari pada Januari. Hampir semua perawatan dilakukan di unit perawatan intensif (ICU). Bukan membaik, kondisi bocah ini malah semakin merosot. Uang makin menipis. Sampai kemudian pada 25 Januari Dewi mulai terpikir untuk mengumpulkan koin bagi pembiayaan cangkok hati anak keduanya itu. Dan pada akhirnya koin pun terkumpul sedikit demi sedikit, namun apa daya setelah semua siap namun nyawa anak itu tidak dapat terselamatkan. Jadi bagai manapun setiap orang mengalami penderitaan harus tetap tegar manghadapinya karena pasti ada jalan keluar untuk setiap masalah yang dihadapi.


0 Responses to “MANUSIA DAN PENDERITAAN”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: