<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Singgih Blog&#039;s..</title>
	<atom:link href="http://singgihwalkers.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://singgihwalkers.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Nov 2011 01:51:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='singgihwalkers.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Singgih Blog&#039;s..</title>
		<link>http://singgihwalkers.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://singgihwalkers.wordpress.com/osd.xml" title="Singgih Blog&#039;s.." />
	<atom:link rel='hub' href='http://singgihwalkers.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PROSES PEMBUATAN GULA DARI TEBU PADA PG X</title>
		<link>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/11/23/proses-pembuatan-gula-dari-tebu-pada-pg-x/</link>
		<comments>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/11/23/proses-pembuatan-gula-dari-tebu-pada-pg-x/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 01:39:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>singual</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singgihwalkers.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan gula dari tebu pada PG X. Dari hasul penelitian diketahui bahwa Pada dasarnya peoses pembuatan gula di PG X adalah melalui 6 tahap yaitu: Stasiun penggilingan, Stasiun pemurnian nira, Stasiun penguapan, Stasiun kristalisasi, Stasiun pemisahan, Stasiun penyelesaian. Sedangkan Utilitas yang digunakan ada 4 yaitu: Air, Uap, Listrik, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singgihwalkers.wordpress.com&amp;blog=10078656&amp;post=140&amp;subd=singgihwalkers&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 align="center">ABSTRAK</h2>
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan gula dari tebu pada PG X. Dari hasul penelitian diketahui bahwa Pada dasarnya peoses pembuatan gula di PG X adalah melalui 6 tahap yaitu: Stasiun penggilingan, Stasiun pemurnian nira, Stasiun penguapan, Stasiun kristalisasi, Stasiun pemisahan, Stasiun penyelesaian. Sedangkan Utilitas yang digunakan ada 4 yaitu: Air, Uap, Listrik, Udara</p>
<h2>PENDAHULUAN</h2>
<p>Gula merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi kita, karena hampir setiap hari kita tidak pernah terlepas dari mengkonsumsi gula. Tetapi banyak sekali dari kita yang tidak mengetahui dari apakah bahan baku gula serta bagaimanakah proses pembuatan gula. Disini peneliti ingin membahas tentang proses pembuatan gula dari tebu di PG X.</p>
<p>Proses yang digunakan dalah proses sulfitasi alkalis yang menghasilkan gula jenis SHS IA. Pengolahan tebu menjadi kristal melalui beberapa stasiun. Di pembahasan akan dibahas secara lebih jelas kegiatan dari masing-masing stasiun dan proses dari awal sampai akhirnya menjadi gula yang siap untuk kita konsumsi.</p>
<h2>TINJAUAN PUSTAKA</h2>
<h3>Gula</h3>
<p><strong> </strong></p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari orang telah mengenal gula sebagai bahan makanan pokok, baik untuk minuman ataupun makanan. Sebagai <span style="text-decoration:underline;">sumerr</span> utama dari gula adalah dari berbagai macam tanaman, yang dapat digolongkan sebagai penghasil gula antara lain: tebu, beet, kelapa aren (enau). Untuk daerah tropis tebu merupakan tanaman utama sebagai penghasil gula, <span style="text-decoration:underline;">dismping</span> kelapa dan enau. Tebu mengandung hidrokarbon yang terjadi dalam tanaman karena proses fotosintesa. Karbohidrat-karbohidrat ini terdiri dari monosakarida (glukosa, fruktosa), disakarida (sakharosa), dan polisakharida (selulosa).</p>
<p>Dalam fotosintesa terjadi reaksi antara CO<sub>2</sub> dan H<sub>2</sub>O dibantu tenaga sinar matahari dan zat hijau daun (khlorofil) menghasilkan akrbohidrat monosakarida.</p>
<p>Reaksi 6CO<sub>2</sub> + 6H<sub>2</sub>O + kalori &#8212;&#8212;à C<sub>6</sub>H<sub>12</sub>O<sub>6</sub> + 6O<sub>2</sub></p>
<p>Contoh hasil analisa batang tebu adalah sebagai berikut :</p>
<p>Monosakarida ……………….……………………: 0,5 &#8211; 1,50 %</p>
<p>Sakharosa (disakarida) ……………….………&#8230;…: 0,5 &#8211; 1,50 %</p>
<p>Zat organic (abu) …………………………….……: 11,0 – 19,00 %</p>
<p>Asam-asam organic …………………………..…&#8230;: 0,15 %</p>
<p>Bahan lain (blenok, lilin, zat warna, ikatan N) …&#8230;.: 12,00 %</p>
<p>Air …………………………………………………: 65,0-75,00 %</p>
<p>Susunan tebu ini tidak sama <span style="text-decoration:underline;">utnuk </span>semua tebu, tergantung pada keadaan tanah iklim, pemeliharaan tanaman dan macam tebu. Sakharosa merupakan komponen yang akan dibuat menjadi gula, sehingga senyawa inilah yang akan diambil <span style="text-decoration:underline;">sebanya-banyaknya</span> dari tebu <span style="text-decoration:underline;">utnuk</span> dipisahkan dari bagian-bagian lain dan kristalkan menjadi gula.</p>
<p>Sakharosa adalah karbohidrat yang mempunyai rumus molekul C<sub>12</sub>H<sub>22</sub>O<sub>11</sub>, disakharida dan satu molekul fruktosa.</p>
<p>Sifat-sifat fisik sakharosa :</p>
<p>Rumus molekul : C<sub>12</sub>H<sub>22</sub>O<sub>11</sub></p>
<p>Bentuk kristal dan tak berwarna</p>
<p>Mudah <span style="text-decoration:underline;">larus</span> dalam air dan tidak larut dalam eter. Berat jenis : 1,6</p>
<p>Titik lebur : 185 ­<sup>0</sup>C</p>
<p>Dalam suasana asam mudah terhidrolisa menjadi gula reduksi, peristiwa ini disebut inverse.</p>
<p>Reaksi : C<sub>12</sub>H<sub>22</sub>O<sub>11 </sub>+ H<sub>2</sub>O &#8212;&#8212;&#8212; C<sub>6</sub>H<sub>12</sub>P<sub>6</sub> + C<sub>6</sub>H<sub>12</sub>P<sub>6</sub></p>
<p>Optis aktif (memutar bidang polariasasi kekanan) (Respati, 1980)</p>
<h4>Proses Pembuatan Gula</h4>
<p><strong> </strong></p>
<p>Pembuatan gula dari tebu adalah proses pemisahan sakharosa yang terdapat dalam batang tebu dari zat-zat lain seperti air, zat organic, sabut. Pemisahan dilakukan dengan jalan tebu digiling dalam beberapa mesin penggiling sehingga diperoleh cairan yang disebut nira.</p>
<p>Nira yang diperoleh dari mesin penggiling dibersihkan dari zat-zat bukan gula dengan pemanasan dan penambahan zat kimia. Sedangkan ampas digunakan bahan ketel uap.</p>
<ol>
<li><strong>1.      </strong><strong>Pemurnian Nira</strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p>Pelaksanaan pemurnian dalam pembuatan gula dibedakan menjadi 3 macam yaitu:</p>
<ol>
<li>Proses Defekasi</li>
</ol>
<p>Pemurnian cara Defekasi adalah car pemurnian yang paling sederhana, bahan pembantu hanya berupa kapur tohor. Kapur tohor hanya digunakan untuk menetralkan asam-asam yang terdapat dalam nira. Nira yang telah diperoleh dari mesin penggiling diberi kapur sampai diperoleh harga pH sedikit alkalis (pH 7,2). Nira yang telah diberi kapur kemudian dipanaskan sampai mendidih. Endapan yang terjadi dipisahkan</p>
<ol>
<li>Proses Sulfitasi</li>
</ol>
<p>Pada pemurnian cara sulfitasi pemberian kapur berlebihan. Kelebihan kapur ini dinetralkan kembali dengan gas sulfite. Penambahan gas SO<sub>2</sub> menyebabkan : SO<sub>2</sub> bergabung dengan CaO membentuk CaSO<sub>3</sub> yang mengendap. SO<sub>2</sub> memperlambat reaksi antara asam amino dan gula reduksi yang dapat mengakibatkan terbentuknya zat warna gelap. SO<sub>2</sub> dalam larutan asam dapat mereduksi ion <span style="text-decoration:underline;">ferrri</span> sehingga menurunkan efek oksidasi.</p>
<p>Pelaksanaan proses sulfitasi adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Sulfitasi dingin</li>
</ul>
<p>Nira mentah disulfitasi samapai pH 3,8 kemudian diberi kapur sampai pH 7. Setelah itu dipanaskan sampai mendidih dan kotorannya diendapkan</p>
<ul>
<li>Sulfitasi panas</li>
</ul>
<p>Pada proses sulfitasi terbentuk garam CaSO<sub>3</sub> yang lebih mudah larut dalam keadaan dingin, sehingga waktu dipanaskan akan terjadi endapan pada pipa pemanas. Untuk mencegah hal ini pelaksanaan proses sulfitasi dimodifikasi sebagai berikut :</p>
<p>Dimulai dengan nira mentah yang dipanaskan sampai 70-80 <sup>0</sup>C, disulfitasi, <span style="text-decoration:underline;">deberi</span> kapur, dipanaskan sampai mendidih dan akhirnya diendapkan. Pada suhu kira-kira 75<sup>0</sup>C kelarutan CaSO<sub>3</sub> paling kecil.</p>
<ul>
<li>Pengapuran sebagian dan sulfitasi</li>
</ul>
<p>Bila dicara sulfitasi panas tidak dapat memberikan hasil yang baik maka dipakai cara modifikasi berikut : pengapuran pertama sampai pH 8,0 pemanasan sampai 50-70<sup>0</sup>C, sulfitasi samapai pH 5,1-5,3 pengapuran kedua sampai pH 7-7,2 dilanjutkan dengan pemanasan dengan pemanasan sampai mendidih dan pengendapan. (E.Hugoit, 1960).</p>
<p>Pelaksanaan sulfitasi dipanadang dari sudut kimia dibagi menjadi 3 yaitu :</p>
<ul>
<li>Sulfitasi Asam</li>
</ul>
<p>Nira mentah disulfitasi dengan SO<sub>2</sub> sehingga dicapai pH nira 3,2. Sesudah sulfitasi nira diberi larutan kapur sehingga pH 7,0-7,3.</p>
<ul>
<li>Sulfitasi Alkalis</li>
</ul>
<p>Pemberian larutan kapur sehingga pH nira 10,5 dan sesudah itu diberi SO<sub>2</sub> pH nira menjadi 7,0-7,3</p>
<ul>
<li>Sulfitasi Netral</li>
</ul>
<p>Pemberian larutan kapur sehingga pH nira 8,5 dan ditambah gas SO<sub>2</sub> pH nira menjadi 7,0-7,3. (Halim K, 1973)</p>
<ul>
<li>Proses Karbonatasi</li>
</ul>
<ol>
<li>Proses Karbonat</li>
</ol>
<p>Cara ini merupakan yang paling baik disbanding dengan keduacara diatas. Sebagai bahan pembantu untuk pemurnian nira adalah susu kapus dan gas CO2. Pemberian susu kapur berlebihan kemudian ditambah gas CO2 yang berguna <span style="text-decoration:underline;">utnuk</span> menetralkan kelebihan susu sehingga kotoran-kotoran yang terdapat dalam nira akan diikat.</p>
<p>Reaksi : Ca(OH)<sub>2</sub> &#8212;&#8212;- CaCO<sub>3</sub> + H<sub>2</sub>O Karena terbentuknya endapan CaCO<sub>3</sub> <span style="text-decoration:underline;">banya</span> maka endapan dapat dengan mudah dipisahkan. (E. Hugot, 1960)</p>
<ol>
<li><strong>2.      </strong><strong>Penguapan </strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p>Nira yang telah mengalami proses pemurnian masih mengandung air, air ini harus dipisahkan dengan menggunakan alat penguap. Penguapan adalah suatu proses menghilangkan zat pelarut dari dalam larutan dengan menggunakan panas. Zat pelarut dalam proses penguapan nira adalah air. Bila nira dipanaskan terjadi penguapan molekul air. Akibat penguapan, <span style="text-decoration:underline;">nia</span> akan menajadi kental. Sumber panas yang digunakan adalah uap panas. Pada pemakaian uap panas terjadilah peristiwa pengembunan. Sistem penguapan yang dipakai perusahaan gula adalah penguapan efek banyak. (Soejardi, 1975)</p>
<ol>
<li><strong>3.      </strong><strong>Pengkristalan</strong></li>
</ol>
<p>Proses pengkristalan adalah salah satu langkah dalam rangkaian proses di pabrik gula dimana akan dikerjakan pengkristalan gula dari larutan yang mengandung gula. Dalam larutan encer jarak antara molekul satu dengan yang lain masih cukup besar. Pada proses penguapan jarak antara masing-masing molekul dalam larutan tersebut saling mendekat. Apabila jaraknya sudah cukup dekat masing-masing molekul dapat saling tarik menarik. Apbila pada saat itu disekitarnya terdapat skharosa yang menempel, keadaan ini disebut sebagai larutan jenuh.</p>
<p>Pada tahap selanjutanya, bila kepekatan naik maka molekul-molekul dalam larutan akan dapat saling bergabung dan membentuk rantai-rantai molekul sakharosa. Sedangkan pada pemekatan lebih tinggi maka rantai-rantai sakharosa tersebut akan dapat saling bergabung pula dan membentuk suatu kerangka atau pola kristal sakharosa.</p>
<ol>
<li><strong>4.      </strong><strong>Pengeringan</strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p>Gula yang keluar dari alat pemutar ditampung dalam alat getar (talang goyang). Talang goyang ini selain berfungsi sebagai alat pengengkut, juga sebagai lat pengering gula. Pengeringan ini menggunakan udara yang dihembuskan dari bawah, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kadar dimaksudkan untuk mengurangi kadar air dalam gula. Setelah pengeringan <span style="text-decoration:underline;">gla</span> dimasukkan dalam karung dan disimpan digudang.</p>
<h5>HASIL DAN PEMBAHASAN</h5>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pembuatan gula di PGX terdiri dari beberapa stasiun yaitu :</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>1.      </strong><strong>Stasiun Penggilingan</strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p>Tugas dari stasiun ini adalah mengambil nira dari batang  tebu sebanyak mungkin. Tebu-tebu yang telah ditebang diangkut dengan truk dan lori-lori. Tebu yang masuk ditimbang beratnya kemudian diangkut dengan lori masuk ke stasiun gilingan. Tebu diangkat dengan pesawat pengangkat tebu yang <span style="text-decoration:underline;">ebrkapsitas</span> 10 ton.  Selanjutnya diletakan diatas meja tebu <span style="text-decoration:underline;">utnuk</span> diumpankan kegilingan melalui krepyak tebu.</p>
<p>Dalam tahap pertama tebu yang akan diperah untuk diambil niranya masuk ke crusher yang terdiri dari 2 buah rol crusher. Fungsi dari crusher adalah untuk <span style="text-decoration:underline;">emnghancurkan</span> tebu menjadi potongan-potongan yang panjangya kira-kira 107,3 <span style="text-decoration:underline;">mmmm</span>. Crusher tidak berfungsi sebagai alah pemerah, namun demikian nira sudah ada yang keluar ke mesin penggiling untuk dipers, diambil niranya<span style="text-decoration:underline;">..</span></p>
<p>Mesin penggiling di PG X ada 4 unit, setiap unit terdiri 3 buah rol. Rol bagian atas saja yang digerakkan dan diberi tekanan kira-kira 300 <span style="text-decoration:underline;">kg/cm@</span>, sedangkan rol yang dibawah akan berputar dengan sendirinya karena adanya aluralir dari setiap rol belakang.</p>
<p>Tebu yang masuk ke gilingan I diperah hingga mendapatkan hasil nira yang sebanyak-banyaknya, dengan tekanan 300 kg/cm2. Hasil dari gilingan I adalah amapsa I dan nira I. Nira I ditampung, lewat saluran nira bertemu dengan nira crusher. Kedua nira ini disebut nira hasil perah pertama.</p>
<p>Ampas I dibawa ke gilingan II yang bertekanan 300 kg/cm2, dengan alat pengangkutan “drag conveyer” untuk diperah lagi niranya. Untuk mendapatkan nira yang lebih banyak maka saat ampas I menuju gilingan II ditambah nira dari gilingan III. Hasil dari gilingan II ini adalah ampas II dan nira II. Nira dari crusher, nila gilingan I dan nira gilingan II disebut nira mentah. Niramentah dipompa ke bak penampung dan ampas II diperah lagi digilingan III untuk diambil niranya.</p>
<p>Ampas II diangkut ke gilingan II yang bertekanan 300 kg/cm2, untuk diperah lagi <span style="text-decoration:underline;">krena</span> masih ada niranya.  Pada gilingan III ini ditambah air imbibisi <span style="text-decoration:underline;">sebanya</span> kira-kira 22% berat tebu yang akan digiling. Fungsi penambahan air imbibisi adalah <span style="text-decoration:underline;">utnuk</span> mendapatkan prosentase pemerahan yang tinggi dan menekan kadar sakharosa yang ikut oleh ampas gilingan IV. Hasil dari gilingan III adalah ampas III dan nira III, dimana nira III dialirkan lewat saluran yang digunakan untuk nira imbibisi pada ampas I yang menuju ke gilingan II.</p>
<p>Ampas III diangkut kegilingan IV yang bertekanan 300 kg/cm2. Hasil dari gilingan IV adalah ampas IV dan nira IV, dimana nira IV lewat saluran sebagai nira imbibisi pada ampas II yang menuju gilingan III. Sedangkan ampas IV diangkut dengna “drag conveyer” menuju ke tempat penyimpanan, yang nantinya ampas digunakan sebagai bahan baker ketel uap.</p>
<ol>
<li><strong>2.      </strong><strong>Stasiun Pemurnian Nira</strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p>Pada stasiun ini nira emntah dibersihkan dengan cara menambah susu kapu Ca (OH)<sub>2</sub> dana kemudian dialiri gas SO<sub>2</sub>. Setelah itu dilakukan pengendapan secara terus menerus. Proses ini dikenal dengan nama sulfitasi alkalis. Stasiun pemurnian nira dari beberapa bagian yaitu :</p>
<ol>
<li>Pemanas I (untuk nira mentah)</li>
</ol>
<p>Nira mentah dari stasiun gilingan yang telah disaring terlebih dahulu dan telah mengalami  proses penimbangan dan penampungan dipompa kealat pemanas I. Pemanas yang ada di PG X berbentuk tegak, hal ini dimaksudkan untuk <span style="text-decoration:underline;">effisiensi </span>tempat dan juga untuk memudahkan pembersihan apabila ada kerak yang menempel didalam pipa pemanas tersebut. Nira yang keluar dari pemanas I pada temperature kira-kira 72<sup>0</sup>C, tujuan pemanasan ini adlah untuk mempercepat reaksi pada reactor dan juga untuk mematikan jasad renik (mikrobia). Bahan pemanas yang digunakan adalah uap bekas atau uap nira dari stasiun penguapan dan uap yang dihasilkan dari ketel uap.</p>
<ol>
<li>Pembuatan susu kapur</li>
</ol>
<p>Batu kapur dibakar dalam tobong pada temperature 900<sup>0</sup>C dan tekanan 1 atmosfer. Reaksi CaCO<sub>3</sub> &#8212;&#8212;&#8212; CaCO + CO<sub>2</sub>. Gas CO<sub>2</sub> dibuang sedang CaO yang diperoleh ditambah air ditangki pencampur. Setelah tercampur disaring <span style="text-decoration:underline;">utnuk</span> memisahkan kotorannya. Reaksi kapur dengan air :</p>
<p>CaO + H<sub>2</sub>O &#8212;&#8212;&#8211; Ca(OH)<sub>2</sub>. Setelah itu Ca (OH)<sub>2</sub> dimasukkan kedalam tangki yang berpenganduk supaya campurannya homogen. Kekentalan susu kapur kira-kira 8<sup>0</sup>Be.</p>
<ol>
<li>Pembuatan gas SO<sub>2</sub></li>
</ol>
<p>Belerang padat dimasukkan dalam tobong belerang, kemudian dibakar. Belerang akan mencair kemudian belerang cair akan menjadi belerang uap karena panasnya. <span style="text-decoration:underline;">Steusnya</span> dialiri udara sehingga terbentuk gas SO<sub>2. </sub>Reaksinya : S + O<sub>2</sub> &#8212;&#8212;&#8212;&#8211; SO<sub>2 </sub>+ panas. Gas SO<sub>2 </sub>yang terjadi segera dialirkan melalui pipa yang dibagian luarnya diberi air sebagai pendingin. Kemudian dialirkan ke sublimator terakhir dialirkan ke peti sulfitasi</p>
<ol>
<li>Reakto (Sulfitator)</li>
</ol>
<p>Nira yang telah melalui panas dimasukkan ke “defecator” untuk direaksikan dengan susu kapur Ca(OH)<sub>2</sub>. Proses ini berlansung secara terus menerus dan tujuannya agar pH larutan kira-kira 9,5. Kemudian larutan dimasukkan ke reactor, pada reactor ini dialirkan gas SO<sub>2</sub> secara terus menerus dan terjadi reaksi sulfitasi. Tujuan penambahan gas SO<sub>2</sub> ini adalah untuk pembentukan endapan CaSO3 dan dengan ini terjadi pembersihan kotoran.</p>
<p>Reaksi : H<sub>2</sub>O SO<sub>2</sub> &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;- H<sub>2</sub>SO<sub>3</sub></p>
<p>H<sub>2</sub>SO<sub>3</sub> + Ca(OH)<sub>2</sub> &#8212;&#8212;&#8212;&#8211; CaSO<sub>3</sub> + 2H<sub>2</sub>O</p>
<ol>
<li><span style="text-decoration:underline;">Peanas</span> II (untuk nira kasar)</li>
</ol>
<p>Setelah keluar dari reactor, nira kasar dipanaskan dalam pemanas II dengan menggunakan uap, sampai nira mempunyai suhu kira-kira 100<sup>0</sup>C, hal ini dimaksudkan untuk :</p>
<p>Menyempurnakan reaksi sulfitasi. Memperbanyak dan <span style="text-decoration:underline;">memeprcepat</span> terbentuknya endapan CaSO<sub>3</sub>.</p>
<p>Mempercepat proses pengeluaran gas-gas terembunkan yang ada dalam nira. Dari pemanasan II nira kasar dialirkan ke “preloc tower” (menara flokulasi). Menara flokulasi adalah suatu alat yang berfungsi membebaskan gelembung-gelembung udara yang terdapat dalam nira. Pada menara ini ditambahkan zat flokulant yang bertujuan agara dapat reaksi pengendapan dapat berlansung dengan baik.</p>
<ol>
<li>Pengendapan</li>
</ol>
<p>Tugas dari peti pengendapan adalah untuk mengendapkan kotoran-kotoran yang terjadi selama proses sulfitasi, sehingga dihasilkajn nira jernih dan nira kotor. Nira jernih dialirkan ke tangki penampung nira <span style="text-decoration:underline;">ernih</span>, sedangkan endapannya (blotong) dibuang sebagai limbah.</p>
<ol>
<li>Pemanas III</li>
</ol>
<p>Nira jernih dari tangki penampung dialirkan ke pemanas III sampai mencapai suhu 110<sup>0</sup>C. Tujuan pemanasan ini untuk mendekati titik didih nira, sehingga pada evaporator nira sudah siap mendidih dan proses penguapan segera terlaksana.</p>
<p><strong>3. Stasiun Penguapan Nira</strong></p>
<p>Setelah nira mentah mengalami proses pemurnian, selanjutnya dialirkan ke stasiun penguapan. Tujuan dari stasiun penguapan ini adalah untuk membuat nira encer (12,5°Brik) menjadi kental (60°Brik) dengan <span style="text-decoration:underline;">menggunakn</span> beberapa badan penguapan yang bekerja secara seri. Untuk menghindari terjadinya karamelisasi karena suhu tinggi serta menghemat kalori, maka proses penguapan dilaksanakan pada suhu dibawah titik didihnya (tekanan vakum).</p>
<p>Di PG X menggunakan system penguapan “quadrule effect” yang terdiri dari 5 badan penguapan. Drai 5 badan penguapan yang beroperasi hanya 4 badan, sebuan badan penguapan diistirahatkan untuk dibersihkan secara bergantian, badan II dapat <span style="text-decoration:underline;">ebrfungsi </span>sebagai badan I dan badan IV dapat berfungsi sebagai badan terakhir.</p>
<p>Badan pemanas yang dipakai pada stasiun ini berasal dari uap air bekas dan bila perlu ditambah dari uap baru dari ketel. Uap dari badan penguap I dipakai untuk menaskan nira pada penguapan Ii dan sebagian disadap untuk bahan penguapan pemanas I. Uap dari nira dari badan penuapan II dipakai untuk memanaskan nira pada penguapan III. Uap nira dari badan penguap Iii dipakai untik memanaskan nira pada badan penguapan IV, sedangkan uap nira yang keluar dari badan penguap IV diembunkan dalam “barometric kondensor”.</p>
<p>Air embun yang berasal dari badan penguap I,II digunakan untuk air isian ketel dan air embun dari badan penguap III,IV digunakan untuk air imbibisi, air cucian filter press, air cucian puteran. Aliran nira dari setiap badan penguapan akan mengalir dengan sendirinya dikarenakan adanya perbedaan tekanan pada setiap badan penguapan.</p>
<p>Nira kental yang siap dari badan penguap IV ditampung dalam tangki kemudial dipompa kesulfitator. Disulfitator ini di tambahkan gas SO<sub>2</sub>, yang tujuannya untuk memucatkan zat-zat warna dalam nira yang semula berwarna coklat tau akan menjari lebih jernih dan disini PH diharapkan kira-kira 5,5. Nira kental yang keluar dari sulfitator ini masih mengandung belerang, maka dialirkan dulu ke tangki JSP (Juice Syrup Purification) untuk diberi floculant sehingga timbul kotoran-kotoran yang berlangsung secara kontinyu, nira bersihnya dipompa ke tangki penampungan nira kental dan siap untuk dimasak. Sedangkan kotoran-kotoran yang mengapung (buih) dialirkan ke stasiun pemurnian.</p>
<p><strong>4. Stasuin kristalisasi Nira</strong></p>
<p>Proses kristalisasi ini dipabrik gula lebih dikenal dengan nama proses pemasakan. Nira kental yang keluar dari stasiun penguapan mempunyal kekentalan kira-kira 60°rik, didalam stasiun kristalisasi diuapkan lagi sampai tinbul Kristal gula. Pengambilan gula dari nira kental tidak dapat hanya satu kal, tetapi harus dilakukan dalam beberapa tingkat. Pada PG X proses pengkristalan dengan system 3 tingkat. Hal ini diharapkan agar didapat produk SHSIA. Untuk mencegah karamelisasi sakharosa maka apda waktu memasak dilaksanakan pada tekanan vakum kira-kira 65 cmHG, sehingga pada pemanasan kira-kira 60°C diharapkan nira kental dalam pan pemasak sudah mendidih. Di PG X ada6 buah pan masakan A yang dipakai untuk memasak nira yang HK-nya (harga kemurnian) tinggi, masing-masing V)-nya 104 m2 dan volumenya 240 HL. Sebuah pan masakan B yang V)-nya 190 m<sup>2</sup>dan volumenya 250 HL. Dua buah pan masakan D yang VO-nya berturut-turut 125 m<sup>2</sup>, 200m<sup>2</sup> dan volumenya 300 HL, 350 HL.</p>
<p>Pada pan masakan A ini diharapkan dapat mengkristalkan sakharosa yang terkandung dalam nira kental sebanyak-banyaknya. Nira kental dar penampungan nira kentali pompa ke pan masakan A, disini nira kental dipanaskan sampai mencapai kekentalan tertentu. Apabila keadaan ini telah tercapai <span style="text-decoration:underline;">ekkentalan</span> baru “einwurf”(bibit) ditambahkan secukupnya kira-kira 30 HL. Dengan adanya penambahan bibit ini akan timbul butir-butir Kristal, apabila jarak antara butir Kristal yang satu dengan yang lain cukup dekat atau rapat maka ditambahkan klare SHS sehingga masakan menjadi encer kembali dengan harapan memberikan kesampatan pada Kristal untuk tumbuh lebih besar. Apabila pembentukan Kristal sudah sesuai dengan volume masakan yang dibutuhkan melalui palung-palung pendingin dan selanjutnya dipompa ke puteran A.</p>
<p>Pada pan masakan B ini yang dimasukan adalah stroop A dan bibit Kristal. Proses pemasakan pada pan masakan B ini sama dengan proses pemasakan pada pan masakan A. Setelah melalui pengontrolan dan Kristal sudah banyak maka hasil masakan tersebut diturunkan ke palung pendingin, kemudian dipompa ke centrifuge. Dari proses ini dihasilkan gula C<sub>2</sub> (digunakan sebagai bibit) dan stroop B.</p>
<p>Pada pan amsakan D dimasukan stroop B dan klare D(stroop hasil pemutaran D<sub>2</sub> yang kandungan gulanya rendah).  Hasil masakan diturunkan ke palung pendingin. Untuk pan masakan D karena menghasilkan gula D<sub>2</sub> <sub> </sub>dan tetes, maka pada palung pendingin yang tujuannya supaya terjadi pristiwa pengkristalan kembali dan diharapkan kandungan gula dalam tetes kecil.</p>
<p><strong>5. Stasiun Pemisahan</strong></p>
<p>Hasil dari stasiun kristalisasi merupakan suatu campuran yang terdiri dari larutan dan Kristal sakharosa, sehingga perlu dipisahkan. Seteleh didinginkan kemudian dipisahkan antara Kristal dan larutan. Pemisahan dilakukan dalam “centrifuge” yang bekerja menggunakan gaya sentrifugal sebagai kekuatan pendorong.</p>
<p>Di PG X digunakan system putaran berganda yaitu putaran depan dan putaran belakang. Putaran depan terdiri dari putaran A,B dan D<sub>1</sub>.Sedangkan putaran belakang terdiri dari putaran SHS dan D<sub>2</sub>.</p>
<p>Masquite (Kristal sakharosa dan larutannya) dari maskan setelah dipompa ke putaran A. Diputaran A ini akan dipisahkan gula A dan stroop A. Stroop A digunakan sebagai bahan dasar pada pan masakan B, sedangkan gula A dipompa ke putaran SHS. Diputaran SHS ini ditambakan uap yang tujuannya membantu proses pengeringan. Pada putaran SHS ini akan dipisahkan gula SHS sebagai produk dan klare SHS dialirkan ke pan masakan A.</p>
<p>Pada putaran B dihasilkan stroop B yang digunakan sebagai bahan dasar pada pan masakan B dan D, dan gula B-nya dipompa ke putaran SHS. Pada putaran SHS ini dihasilkan klare SHS yang pada masakan A sebagai bahan campuran masakan dan gula B digunakan sebagai bibit (einwurf).</p>
<p>Pada putran D<sub>1</sub> dihasilkan gula D dan srtoop yang disebut tetes. Gula D dipompa ke putaran belakang D<sub>2</sub>,sedangkan tetesnya merupakan hasil samping karena kadar gulanya sudah cukup rendah.</p>
<p>Pada putaran D<sub>2</sub> ini dipisahkan gula D<sub>2</sub> selanjutnya dilebur <span style="text-decoration:underline;">ekmbali</span> dan dialirkan ke pan masakan D sebagai bahan campuran pada masakan D.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>6. Stasiun Penyelesaian</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Stasiun penyelesaian berfungsi menyelesaikan hasil gula yang telah <span style="text-decoration:underline;">mkristal</span>. Pada bagian ini Kristal-kristal gula hasil dari putaran SHS dilewatkan pada telang goyang.</p>
<p>Pada talang goyang ini gula-gula yang menggumpal akan pecah menjadi butiran-butiran gula, pada saat butiran-butiran gula ini berjalan sepanjang talang dihembuskan udara agar menjadi kering dan dingin. Udara dihembuskan dengan mengunakan blower. Untuk mengangkut Kristal-kristal gula ke talang saringan digunakan “bucket elevator”.</p>
<p>Pada talang saringan ini Kristal-kristal gula dipisahkan, Kristal gula yang tidak memenuhi ukuran standart dilebur dan diproses kembali sedangkan butiran gula yang standart diambil sebagai produk. Gula yang dihasilkan sebagai produk pada PG X adalah jenis SHS IA.</p>
<p>Utilitas</p>
<p>Di PG X utilitas yang digunakan adalah air,uap,listrik, dan udara.</p>
<ol>
<li>Air</li>
</ol>
<p>Untuk memenuhi kebutuhan air proses dan air minum perusahaan karyawan digunakan air yang diambil dari sungai. Sebelum air digunakan sebagai air proses dan air minum, maka dilakukan pengolahan air. Disini pengolahan air dilakukan secara fisis, dimana air dilewatkan dalam bak-bak pengendapan. Bak pengandapan ini terbuat dari pasangan batu bata, berbentuk persegi panjang dengan ukuran 25m x 12m. Perjalanan air didalam bak melalui beberapa sekat, aga lumpur dan partikel-partikel lainnya mengendap. Bak pengandapan ini dilengkapi dengan pompa untuk memasukan air ke peti reasevoir air pengisi ketel dan tangki air kali. Tangki air kali ini berfungsi untuk menampung air kali yang bersih, dimana air kali ini digunakan sebagai isian ketel apabila air embun tidak mencukupi dan digunakan sebagai air minum.</p>
<ol>
<li>Uap</li>
</ol>
<p>Uap diperoleh dari ketel uap, untuk memenuhi kebutuhan uap PG X menpunyai 9 buah ketel uap jenis pipa api. Ketel pipa api ini termasuk ketel bertekanan rendah, dengan tekanan kerja 68 kg/cm<sup>2</sup>. Uap digunakan untuk menajlankan mesin-mesin uap atau pesawat pengolahan dan sebagian <span style="text-decoration:underline;">utnuk</span> proses pengolahan gula.</p>
<p>Air dalam ketel uap dipanaskan sampai mendidih, maka air akan menguap. Uap ditampung dalam dom uap, baru yang dihasilkan dialirkan ke mesin-mesin atau pesawat pengolahan melalui pipa-pipa. Pemanas yang digunakan adalah hasil pembakaran bahan bakar (ampas tebu) pada dapur ketel. Ampas ini diumpankan kedalam dapur ketel melalui pintu pengumpan dengan menggunakan tenaga orang.</p>
<ol>
<li>Listrik</li>
</ol>
<p>Kebutuhan tenaga listrik diperoleh dari genset yang digerakan oleh mesin disel maupun mesin uap. Lokasi genset terbagi menjadi 2 yaitu:</p>
<ol>
<li>Genset dengan penggerak mula diesel, bertempat diluar pabrik.</li>
<li>Genset dengan penggerak mula mesin uap, bertempat didalam pabrik.</li>
</ol>
<p>Dalam masa giling pembangkit listrik yang digunakan adalah yang digerakan dengan mesin uap dan dibantu dengan mesin diesel. Pembangkit listrik yang digunakan diluar masa giling adalah mesin diesel. Kebutuhan Tenaha listrik menggunakan 2 macam arus: AC dan DC. Adapun arus AC diperoleh dari generator dengan penggerak mesin uap.</p>
<ol>
<li>Udara</li>
</ol>
<p>Udara digunakan sebagi pembantu pembuatan gas SO<sub>2</sub> dalam dapur pembakaran belerang. Udara yang digunakan dengan 0,5-0,6 kg/cm<sub>2</sub>.</p>
<p>Kesimpulan</p>
<p>Pada dasarnya proses pembuatan gula di PG X adalah melalui 6 tahap yaitu:</p>
<ol>
<li>Stasiun penggilingan nira</li>
<li>Stasiun pemurnian</li>
<li>Stasiun penguapan</li>
<li>Stasiun kristalisasi</li>
<li>Stasiun pemisahan</li>
<li>Stasiun penyelesaian.</li>
</ol>
<p>Sedangkan Utilitas yang digunakan ada 4 yaitu:</p>
<ol>
<li>Air\</li>
<li>Uap</li>
<li>Listrik</li>
<li>Udara.</li>
</ol>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>Halim K, Rapidoor Clarifier dalam Industri Gula, LPP Yogyakarta, 1973</p>
<p>Hugot E, Hand Book of Cane Sugar Engineering, Elsevier Publising Company, Amsterdam, 1960</p>
<p>Landdheer A, Pesawat Industri Gula’ diterjemahkan oleh Madukoro dan Soerjadi, LPP Yogyakarta, 1977</p>
<p>Raspati, Pengantar Kimia Organik II, Aksara Baru Jakarta 1977</p>
<p>Soerjadi, Peranan Komponen Batang Tebu dalam Pabrikasi Gula’ LPP Yogyakarta, 1977</p>
<p>Soenardi Djojopranoto R, Pesawat- pesawat Industri Gula, LPP Yogyakarta, 1977</p>
<p>Soerjadi, Peralatan Pembuat Hampa, LPP Yogyakarta, 1980</p>
<p>Jawaban:</p>
<h6>PROSES PEMBUATAN GULA DARI TEBU PADA PG X</h6>
<ol>
<li>Resume:</li>
</ol>
<p>Dilihat dari pengalaman yang dibuat penulis dikatakan bahwa dalam pembuatan gula dibutuhkan beberapa tahapan dan proses yang tidak sedikit, sehingga butiran gula bisa terbentuk dan dapat digunakan oleh masyarakat umum. Dari gula tersebut masyarakar dapat membuat berbagai makanan yang didalamnya mengandung gula.</p>
<ol>
<li>Analisis:</li>
<li>Bagian Pendahuluan</li>
</ol>
<p>Banyak masyarakat mengkonsumsi gula tetapi banyak juga  masyarakat yang tidak mengetahui bagaimana caranya gula tersebut terbentuk. Maka dari pada itu penulis akan memberikan pengetahuan bagaimana caranya membuat gula itu.</p>
<ol>
<li>Teori dan Kajian Pustaka</li>
</ol>
<p>Masayarakat sering sekali membuat makanan atau kue yang berbahan dasar gula. Disini penulis memberikan pengalamannya tentang bahan-bahan dasar yang dapat dijadikan sumber dimana gula dapat terbentuk. Penulis juga memberikan pengalamannya tentang unsure-unsur yang terkandung didalam bahan pembuatan gula dalam hal ini yang menjadi pokoknya adalah tebu.</p>
<p>c.    Metode penelitian</p>
<p>Disini penulis ingin memberitahukan kepada pembaca bahwa dalam pembuatan penulisan ilmiah ini yang berjudul <strong>“ PROSES PEMBUATAN GULA DARI TEBU PADA PG X ” </strong> penulis menginginkan agar para pembaca percaya bahwa penulis benar-benar dalam membuat penulisan ilmiah ini penulis melakukannya dengan menggunakan berbagai penelitian sehinga hasil yang diinginkan dapat tercapai.</p>
<ol>
<li>Hasil dan Pembahasan</li>
</ol>
<p>Dalam pembuatan gula di PG X dilakukan dengan beberapa kali proses diamana bahan dasar yaitu tebu digiling dari tempat penggilingan I hingga ke penggilingan terakhir (IV). Sesudah itu hasil dari penggilingan tersebut disaring dan diolah sedemikian rupa dengan campuran-campuran didalamnya dan pemanasan yang berulang  dari stasiun I ke stasiun II begitu seterusnya hingga stasiun VI  dan terbentuklah sebuah kristal putih yang disebut dengan namanya gula.</p>
<ol>
<li>Kesimpulan</li>
</ol>
<p>Penulis hanya memberi tahu bahwa dalam pembuatan gula di PG X dilakukan dengan 6 tahap stasiun yang dilakukan dan 4 unsur yang diperlukan dalam penyempurnaan pembuatan gula.</p>
<p>3.    Koheransi</p>
<p>Dari penulisan ilmiah diatas hubungan antara kalimat dan juga hubungan anatara setiap alinea sudah bagus sehingga pembaca tidak dibuat bingung bila membaca penulisan tersebut karena hubungan-hubungannya sangat terkait dan juga dalam memberikan keterangan setiap proses dan tahap-tahapnya sudah jelas.</p>
<p>4.    Kelebihan dan Kekurangannya</p>
<p>v  Kelebihan penulisan Ilmiah diatas :</p>
<ul>
<li>Dalam penulisan ilmiah diatas sudah sangat jelas dari maksud dan tujuannya. Karena dari awal proses hingga menghasilkan gula penulis sudah menjelaskannya secara mendetail sehingga meskipun masih banyak kata-kata yang tidak mudah untuk dimengerti</li>
<li>Kata-kata yang dipakai mudah dimengerti oleh para pembaca</li>
</ul>
<p>v  Kekurangan penulisan Ilmiah diatas :</p>
<ul>
<li>Masih banyak kata-kata yang tidak lengkap seperti:</li>
</ul>
<ul>
<li>sumerr (sumber)</li>
<li>dismping (disamping)</li>
<li>utnuk (untuk)</li>
<li>larus (larut)</li>
<li>deberi (diberi)</li>
<li>banya (banyak)</li>
<li>nia (nira)</li>
<li>gla (gula)</li>
<li>ebrkapsitas (berkapasitas)</li>
<li>menggunakn (menggunakan)</li>
<li>ebrfungsi (berfungsi)</li>
<li>ekkentalan (kekentalan)</li>
<li>emnghancurkan (menghancurkan)</li>
<li>mmmm (mm/milimeter)</li>
<li>kg/cm@ (kg/cm2)</li>
<li>krena. (karena)</li>
<li>sebanya (sebanyak)</li>
<li>steusnya (seterusnya)</li>
<li>peanas (panas)</li>
<li>memeprcepat (mempercepat)</li>
<li>ernih (jernih)</li>
<li>ekmbali (kembali)</li>
<li>mkristal (mengkristal)</li>
<li>utnuk (untuk)</li>
</ul>
<p>Sehingga arti dan maksudnya bisa berubah dari apa yang dinginginkan</p>
<ul>
<li>Masih terdapatnya kata yang tidak diberikan arti dan maksudnya seperti :</li>
</ul>
<p>- Utilitas ( unsure-unsur atau kandungan-kandunganya)</p>
<p>-   Blower (alat untuk mngeluarkan udara seperti halnya kipas angin)</p>
<p>-   Genset (pembangkit listrik dengan bahan bakar minyak (ada yg bensin dan solar)</p>
<p>-   Stasiun penggilingan (tempat atau usaha menggiling,melumatkan, mengupas)</p>
<p>-   Reaktor (sulfitator) yaitu :tempat atau bejana yang berbentuk seperti kerucut)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singgihwalkers.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singgihwalkers.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singgihwalkers.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singgihwalkers.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/singgihwalkers.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/singgihwalkers.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/singgihwalkers.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/singgihwalkers.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singgihwalkers.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singgihwalkers.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singgihwalkers.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singgihwalkers.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singgihwalkers.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singgihwalkers.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singgihwalkers.wordpress.com&amp;blog=10078656&amp;post=140&amp;subd=singgihwalkers&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/11/23/proses-pembuatan-gula-dari-tebu-pada-pg-x/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd07547e175e47d4c4c690a1aedf8f15?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">singual</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Media Blu-ray Telah Hadir di Indonesia</title>
		<link>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/10/13/media-blu-ray-telah-hadir-di-indonesia/</link>
		<comments>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/10/13/media-blu-ray-telah-hadir-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Oct 2011 18:29:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>singual</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singgihwalkers.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Sejalan dengan semakin pudarnya format media optik HD-DVD, dukungan terhadap format media optik Blu-ray yang dirintis Sony mulai datang dari berbagai produsen media optik. Dampaknya bahkan dapat dirasakan di Indonesia. Imation Cop. Melalui PT. Datascript belum lama ini meluncurkan meluncurkan media optik blu-ray “TDK life on Record”. Media Optik ini tersedia dalam keping berjenis BD-R [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singgihwalkers.wordpress.com&amp;blog=10078656&amp;post=135&amp;subd=singgihwalkers&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejalan dengan semakin pudarnya format media optik <strong><em>HD-DVD</em></strong>, dukungan terhadap format media optik <strong><em>Blu-ray</em></strong> yang dirintis Sony mulai datang dari berbagai produsen media optik. Dampaknya bahkan dapat dirasakan di Indonesia. Imation Cop. Melalui PT. Datascript belum lama ini meluncurkan meluncurkan media optik blu-ray “TDK life on Record”. Media Optik ini tersedia dalam keping berjenis <strong><em>BD-R (recodable)</em></strong> dan <strong><em>BD-RE (rewritable)</em></strong>. Masing-masing memiliki kapasitas penyimpanan hingga 25 GB untuk versi single layer dan 50 GB untuk versi double layer. Sebagai gambaran, sekeping <strong><em>BD-R (single layer)</em></strong> sanggup menyimpan video High Definition (HD) 1080i berdurasi 270 menit. Ditunjang dengan teknologi hard voating DURABIS 2, TDK Life on Record akan aman dari bebagai kontaminan, seperti sidik jari dan goresan fisik (bret).</p>
<p>“Media optik Blu-ray merupakan lompatan besar dari DVD yang ada saat ini serta menambah keragaman media untuk berbagai perangkat <strong><em>home theatre,”  </em></strong>jelas Sylvia Liongggosari, Senior Division Manager, STATIONERY &amp; OFFICE AUTOMATION. “Seperti halnya media DVD yang telah meningkatkan kualitas gambar dari VHS tape, media dengan definisi tinggi sekali lagi akan mervolusi <strong><em>home entertainment</em></strong> dengan teknologi optik tingkat tinggi untuk mendapatkan kepuasan dalam menikmati home theatre. Media dengan teknologi laser biru ini juga memiliki kapsitas penyimpanan data dan gambar yang tidak terkalahkan.</p>
<p align="right">majalah CHIP maret 2008</p>
<p>Pertanyaan:</p>
<ol>
<li>Tentukan diksi (pilihan kata) dan analisis diksi tersebut.</li>
<li>Kalian buat opini atau pendapat tentang kelebihan dan kekurangan artikel tersebut, berdasarkan kalimat yang digunakan, ide cerita, susunan kalimat, dan jika memungkinkan kembangkan pendapat kalian tentang kelemahan atau kelebihan artikel tersebut</li>
</ol>
<p>Jawab:</p>
<p>A.  <strong>HD-DVD </strong>adalah salah satu format disc HD kompetitif. HD-DVD lebih    dekat dengan Blu-ray daripada DVD standar. Mereka berdua menggunakan optik panjang gelombang lebih pendek (dari DVD), dan berbasis AVC/MPEG4 codec.</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>B.   <strong>Blu-ray </strong>Blu-Ray disc adalah salah satu format yang diperuntukkan untuk optical disc, yang kebanyakan digunakan untuk menyimpan data dan video. Fungsainya sama seperti media penyimpanan yang ada di Komputer ataupun Laptop</p>
<ol>
<li><strong>BD-R (recodable) dan BD-RE (rewritable)</strong></li>
</ol>
<ul>
<li><strong>BD-R (recodable) </strong>adalah salah satu jenis media penyimpanan eksternal pada komputer.</li>
<li><strong>BD-RE (rewritable) </strong>adalah salah satu jenis media penyimpanan eksternal pada HDTV ( High Definition Television ) yang merupakan sebuah istilah pasar untuk menandakan sebuah TV yang mampu menyajikan resolusi gambar yang lebih tinggi daripada televisi biasa</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<ol>
<li><strong>BD-R (single layer) dan BD-R (Double layer)</strong></li>
</ol>
<ul>
<li><strong>BD-R (single layer) </strong>mempunyai satu buah sisi DVD permukaan yang bisa untuk tempat penyimapanan suatu data.<strong> </strong></li>
<li><strong>BD-R (Double layer) </strong>adalah pada sisi DVD tersebut terdapat dua lapisan data. Yang pertama ditulis agak semi transparan. Gunanya agar laser dapat membaca data pada layer di dalamnya. Data yang dapat dimuat oleh DVD dual layer dapat dua kalinya dari DVD single layer. Selain itu untuk menjalankannya DVD ini membutuhkan player atau DVD-ROM yang memang mendukungnya.</li>
</ul>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<ol>
<li><em>E.    </em><strong>Home theatre </strong>Sebuah home theater atau adalah sebuah teater yang dibangun di rumah, yang dirancang untuk meniru (atau melebihi) kinerja komersial teater dan perasaan, lebih dikenal sebagai bioskop rumah.</li>
</ol>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<ol>
<li>A. Pendapat kami tentang kelebihan dan kekurangan artikel diatas adalah:</li>
</ol>
<ul>
<li>Kelebihan dari artikel tentang Blu-ray diatas adalah dari Keterbahasaan tidak terlalu sulit dan mudah dipahami bagi orang mengerti bahasa istilah yang diapakai, Isi dari artikel tersebut penjelasannya sedikit sehingga pembaca tidak terlalu banyak membaca dari isi tersebut dan dalam bacaannya terdapat banyak kata-kata istilah, Dalam penulisan artikel diatas penulis hanya menekankan pada alatnya saja (Blu-ray).</li>
</ul>
<ul>
<li>Kekurangan  dari artikel tentang Blu-ray diatas dalam bidang keterbahasaan, isi dan penulisannya adalah  didalam artikel tersebut banyak terdapat kata-kata istilah yang mungkin tidak dipahami bagi orang yang tidak mengerti dari maksud yang  kata tersebut sehingga orang yang membaca artikel tersebut disibukkan dengan pencarian kata yang tidak dimengertinya.</li>
</ul>
<p>B. Pendapat kami tentang artikel diatas agar penulis tidak hanya mengacu pada alat yang dimaksud tetapi juga menjelaskan fungsi dari istilah-istilah yang digunakan dalam tata bahasanya, dan kalo bisa tidak mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa komputer didalam artikel tersebut agar supaya pembaca yang tidak mengerti dari istilah-istilah tersebut dapat lebih mengerti maksud dan tujuannnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singgihwalkers.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singgihwalkers.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singgihwalkers.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singgihwalkers.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/singgihwalkers.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/singgihwalkers.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/singgihwalkers.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/singgihwalkers.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singgihwalkers.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singgihwalkers.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singgihwalkers.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singgihwalkers.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singgihwalkers.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singgihwalkers.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singgihwalkers.wordpress.com&amp;blog=10078656&amp;post=135&amp;subd=singgihwalkers&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/10/13/media-blu-ray-telah-hadir-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd07547e175e47d4c4c690a1aedf8f15?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">singual</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UANG</title>
		<link>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/uang/</link>
		<comments>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/uang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 06:06:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>singual</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singgihwalkers.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singgihwalkers.wordpress.com&amp;blog=10078656&amp;post=132&amp;subd=singgihwalkers&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Uang</strong> dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_ekonomi">ilmu ekonomi</a> tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a> dalam proses pertukaran barang dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jasa">jasa</a>. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Utang">utang</a>.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.</p>
<p>Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada <a title="Barter (ekonomi) (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Barter_%28ekonomi%29&amp;action=edit&amp;redlink=1">barter</a> yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan <a title="Kemakmuran (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kemakmuran&amp;action=edit&amp;redlink=1">kemakmuran</a>.</p>
<p>Pada awalnya di Indonesia, uang —dalam hal ini <a title="Uang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uang#jenis">uang kartal</a>— diterbitkan oleh pemerintah <a title="Republik Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Indonesia">Republik Indonesia</a>. Namun sejak dikeluarkannya UU No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Pemerintah kemudian menetapkan Bank Sentral, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bank_Indonesia">Bank Indonesia</a>, sebagai satu-satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal. Hak untuk menciptakan uang itu disebut dengan hak oktroi.</p>
<p><strong>Sejarah</strong></p>
<p>Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">Manusia</a> berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya. Perkembangan selanjutnya mengahadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Akibatnya muncullah sistem&#8217;barter&#8217;yaitu barang yang ditukar dengan barang.</p>
<p>Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini. Di antaranya adalah kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya serta kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya. Untuk mengatasinya, mulailah timbul pikiran-pikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar. Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah benda-benda yang diterima oleh umum (generally accepted) benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai <a title="Magis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Magis&amp;action=edit&amp;redlink=1">magis</a> dan mistik), atau benda-benda yang merupakan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebutuhan_primer">kebutuhan primer</a> sehari-hari; misalnya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garam">garam</a> yang oleh orang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Romawi">Romawi</a> digunakan sebagai alat tukar maupun sebagai alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat sampai sekarang; orang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris">Inggris</a> menyebut upah sebagai <em>salary</em> yang berasal dari bahasa Latin <em>salarium</em> yang berarti garam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Barang-barang yang dianggap indah dan bernilai, seperti kerang ini, pernah dijadikan sebagai alat tukar sebelum <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a> menemukan uang logam.</p>
<p>Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada. Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar belum mempunyai pecahan sehingga penentuan nilai uang, penyimpanan (<em>storage</em>), dan pengangkutan (<em>transportation</em>) menjadi sulit dilakukan serta timbul pula kesulitan akibat kurangnya daya tahan benda-benda tersebut sehingga mudah hancur atau tidak tahan lama.</p>
<p>Kemudian muncul apa yang dinamakan dengan uang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Logam">logam</a>. Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah dipindah-pindahkan. Logam yang dijadikan alat tukar karena memenuhi syarat-syarat tersebut adalah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Emas">emas</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perak">perak</a>. Uang logam emas dan perak juga disebut sebagai uang penuh (<em>full bodied money</em>). Artinya, nilai intrinsik (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercantum pada mata uang tersebut). Pada saat itu, setiap orang berhak menempa uang, melebur, menjual atau memakainya, dan mempunyai hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam.</p>
<p>Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul suatu anggapan kesulitan ketika perkembangan tukar-menukar yang harus dilayani dengan uang logam bertambah sementara jumlah logam mulia (emas dan perak) sangat terbatas. Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar sehingga diciptakanlah <em>uang kertas</em></p>
<p>Mula-mula uang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kertas">kertas</a> yang beredar merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan perak sebagai alat/perantara untuk melakukan transaksi. Dengan kata lain, uang kertas yang beredar pada saat itu merupakan uang yang dijamin 100% dengan emas atau perak yang disimpan di pandai emas atau perak dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh dengan jaminannya. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat tidak lagi menggunakan emas (secara langsung) sebagai alat pertukaran. Sebagai gantinya, mereka menjadikan &#8216;kertas-bukti&#8217; tersebut sebagai alat tukar.</p>
<h2>Fungsi</h2>
<p>Secara umum, uang memiliki fungsi sebagai perantara untuk pertukaran barang dengan barang, juga untuk menghindarkan perdagangan dengan cara barter. Secara lebih rinci, fungsi uang dibedalan menjadi dua: fungsi asli dan fungsi turunan.</p>
<p><strong>Fungsi asli</strong> uang ada tiga, yaitu sebagai alat tukar, sebagai satuan hitung, dan sebagai penyimpan nilai.</p>
<p>Uang berfungsi sebagai alat tukar atau <em>medium of exchange</em> yang dapat mempermudah pertukaran. Orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu menukarkan dengan barang, tetapi cukup menggunakan uang sebagai alat tukar. Kesulitan-kesulitan pertukaran dengan cara <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Barter">barter</a> dapat diatasi dengan pertukaran uang.</p>
<p>Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (<em>unit of account</em>) karena uang dapat digunakan untuk menunjukan <a title="Nilai (ekonomi) (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nilai_%28ekonomi%29&amp;action=edit&amp;redlink=1">nilai</a> berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pinjaman">pinjaman</a>. Uang juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk harga). Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk memperlancar pertukaran.</p>
<p>Selain itu, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (<em>valuta</em>) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari <a title="Waktu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Waktu">masa sekarang</a> ke masa mendatang. Ketika seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa di masa mendatang.</p>
<p>Selain ketiga hal di atas, uang juga memiliki fungsi lain yang disebut sebagai <strong>fungsi turunan</strong>. Fungsi turunan itu antara lain uang sebagai alat pembayaran, sebagai alat pembayaran utang, sebagai alat penimbun atau pemindah kekayaan (modal), dan alat untuk meningkatkan <a title="Status sosial (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Status_sosial&amp;action=edit&amp;redlink=1">status sosial</a>.</p>
<h2>Syarat-syarat</h2>
<p>Suatu benda dapat dijadikan sebagai &#8220;uang&#8221; jika benda tersebut telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Pertama, benda itu harus diterima secara umum (<em>acceptability</em>). Agar dapat diakui sebagai alat tukar umum suatu benda harus memiliki nilai tinggi atau —setidaknya— dijamin keberadaannya oleh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintah">pemerintah</a> yang berkuasa. Bahan yang dijadikan uang juga harus tahan lama (<em>durability</em>), kualitasnya cenderung sama (<em>uniformity</em>), jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta tidak mudah dipalsukan (<em>scarcity</em>).</p>
<p>Uang juga harus mudah dibawa, <em>portable</em>, dan mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (<em>divisibility</em>), serta memiliki <a title="Nilai (ekonomi) (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nilai_%28ekonomi%29&amp;action=edit&amp;redlink=1">nilai</a> yang cenderung stabil dari waktu ke waktu (<em>stability of value</em>).</p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jenis-jenis_uang">Jenis-jenis uang</a></p>
<p>Uang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rupiah">rupiah</a></p>
<p>Uang yang beredar dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a> dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu uang kartal (sering pula disebut sebagai <em>common money</em>) dan uang giral. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a> dalam melakukan <a title="Transaksi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transaksi&amp;action=edit&amp;redlink=1">transaksi</a> jual-beli sehari-hari. Sedangkan yang dimaksud dengan uang giral adalah uang yang dimiliki <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a> dalam bentuk simpanan (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Deposito">deposito</a>) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan. Uang ini hanya beredar di kalangan tertentu saja, sehingga masyarakat mempunyai hak untuk menolak jika ia tidak mau barang atau jasa yang diberikannya dibayar dengan uang ini. Untuk menarik uang giral, orang menggunakan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cek">cek</a>.</p>
<h3>Menurut bahan pembuatannya</h3>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dinar dan Dirham, dua contoh mata uang logam.</p>
<p>Uang menurut bahan pembuatannya terbagi menjadi dua, yaitu <strong>uang logam</strong> dan <strong>uang kertas</strong>.</p>
<p>Uang logam adalah uang yang terbuat dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Logam">logam</a>; biasanya dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Emas">emas</a> atau <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perak">perak</a> karena kedua logam itu memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai.</p>
<p>Uang logam memiliki tiga macam nilai:</p>
<ol>
<li>Nilai      intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa      nilai emas dan perak yang digunakan untuk <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mata_uang">mata      uang</a>.</li>
<li>Nilai      nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang      tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima      ratus rupiah (Rp. 500,00).</li>
<li>Nilai      tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan      suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat      ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan      dengan semangkuk bakso).</li>
</ol>
<p>Ketika pertama kali digunakan, uang emas dan uang perak dinilai berdasarkan nilai intrinsiknya, yaitu kadar dan berat logam yang terkandung di dalamnya; semakin besar kandungan emas atau perak di dalamnya, semakin tinggi nilainya. Tapi saat ini, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum atau tertulis di mata uang tersebut.</p>
<p>Sementara itu, yang dimaksud dengan &#8220;uang kertas&#8221; adalah uang yang terbuat dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kertas">kertas</a> dengan gambar dan <a title="Cap (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cap&amp;action=edit&amp;redlink=1">cap</a> tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bank_Indonesia">Bank Indonesia</a>, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Menurut nilainya" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Uang&amp;action=edit&amp;section=6">sunting</a>] Menurut nilainya</h3>
<p>Menurut nilainya, uang dibedakan menjadi <strong>uang penuh</strong> (<em>full bodied money</em>) dan <strong>uang tanda</strong> (<em>token money</em>)</p>
<p>Nilai uang dikatakan sebagai <em>uang penuh</em> apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut. Jika uang itu terbuat dari emas, maka nilai uang itu sama dengan nilai emas yang dikandungnya.</p>
<p>Sedangkan yang dimaksud dengan uang tanda adalah apabila nilai yang tertera diatas uang lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang atau dengan kata lain nilai nominal lebih besar dari nilai intrinsik uang tersebut. Misalnya, untuk membuat uang Rp1.000,00 pemerintah mengeluarkan biaya Rp750,00.</p>
<h2>Teori nilai uang</h2>
<p>Teori nilai uang membahas masalah-masalah keuangan yang berkaitan dengan nilai uang. Nilai uang menjadi perhatian para ekonom, karena tinggi atau rendahnya nilai uang sangat berpengaruh terhadap kegiatan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi">ekonomi</a>. Hal ini terbukti dengan banyaknya teori uang yang disampaikan oleh beberapa ahli.</p>
<p>Teori uang terdiri atas dua teori, yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis.</p>
<h4>Teori uang statis</h4>
<p>Teori Uang Statis atau disebut juga &#8220;teori kualitatif statis&#8221; bertujuan untuk menjawab pertanyaan: apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar? Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi.</p>
<p>Yang termasuk teori uang statis adalah:</p>
<ul>
<li><strong>Teori      Metalisme</strong> (Intrinsik) oleh KMAPP</li>
</ul>
<p>Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu, contoh: uang emas dan uang perak.</p>
<ul>
<li><strong>Teori      Konvensi</strong> (Perjanjian) oleh <a title="Devanzati (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Devanzati&amp;action=edit&amp;redlink=1">Devanzati</a> dan <a title="Montanari (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Montanari&amp;action=edit&amp;redlink=1">Montanari</a></li>
</ul>
<p>Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran.</p>
<ul>
<li><strong>Teori      Nominalisme</strong></li>
</ul>
<p>Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya.</p>
<ul>
<li><strong>Teori Negara</strong></li>
</ul>
<p>Asal mula uang karena <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negara">negara</a>, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.</p>
<h4>Teori uang dinamis</h4>
<p>Teori ini mempersoalkan sebab terjadinya perubahan dalam nilai uang. Teori dinamis antara lain:</p>
<ul>
<li><strong>Teori      Kuantitas</strong> dari <a title="David Ricardo (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=David_Ricardo&amp;action=edit&amp;redlink=1">David      Ricardo</a></li>
</ul>
<p>Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.</p>
<ul>
<li><strong>Teori      Kuantitas</strong> dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irving_Fisher">Irving      Fisher</a></li>
</ul>
<p>Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang memengaruhi nilai uang.</p>
<ul>
<li><strong>Teori      Persediaan Kas</strong></li>
</ul>
<p>Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.</p>
<ul>
<li><strong>Teori Ongkos      Produksi</strong></li>
</ul>
<p>Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.</p>
<h2>Uang dalam ekonomi</h2>
<p>Uang adalah salah satu topik utama dalam pembelajaran <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi">ekonomi</a> dan <a title="Finansial" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Finansial">finansial</a>. <a title="Monetarisme (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Monetarisme&amp;action=edit&amp;redlink=1">Monetarisme</a> adalah sebuah teori ekonomi yang kebanyakan membahas tentang permintaan dan penawaran uang. Sebelum tahun 80-an, masalah stabilitas permintaan uang menjadi bahasan utama karya-karya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Milton_Friedman">Milton Friedman</a>, <a title="Anna Schwartz (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anna_Schwartz&amp;action=edit&amp;redlink=1">Anna Schwartz</a>, <a title="David Laidler (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=David_Laidler&amp;action=edit&amp;redlink=1">David Laidler</a>, dan lainnya.</p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebijakan_moneter">Kebijakan moneter</a> bertujuan untuk mengatur <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persediaan_uang">persediaan uang</a>, inflasi, dan <a title="Bunga (bank) (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bunga_%28bank%29&amp;action=edit&amp;redlink=1">bunga</a> yang kemudian akan memengaruhi <a title="Output (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Output&amp;action=edit&amp;redlink=1">output</a> dan <a title="Tenaga kerja (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenaga_kerja&amp;action=edit&amp;redlink=1">ketenagakerjaan</a>. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi">Inflasi</a> adalah turunnya nilai sebuah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mata_uang">mata uang</a> dalam jangka waktu tertentu dan dapat menyebabkan bertambahnya persediaan uang secara berlebihan. <em><a title="Interest rate" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Interest_rate">Interest rate</a></em>, biaya yang timbul ketika meminjam uang, adalah salah satu alat penting untuk mengontrol inflasi dan pertumbuhan ekonomi. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bank_sentral">Bank sentral</a> seringkali diberi tanggung jawab untuk mengawasi dan mengontrol persediaan uang, <em>interest rate</em>, dan <a title="Bank" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bank">perbankan</a>.</p>
<p>Krisis moneter dapat menyebabkan efek yang besar terhadap perekonomian, terutama jika krisis tersebut menyebabkan kegagalan moneter dan turunnya nilai mata uang secara berlebihan yang menyebabkan orang lebih memilih barter sebagai cara bertransaksi. Ini pernah terjadi di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rusia">Rusia</a>, sebagai contoh, pada masa <a title="Sejarah Uni Soviet (1985—1991) (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Uni_Soviet_%281985%E2%80%941991%29&amp;action=edit&amp;redlink=1">keruntuhan Uni Soviet</a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singgihwalkers.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singgihwalkers.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singgihwalkers.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singgihwalkers.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/singgihwalkers.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/singgihwalkers.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/singgihwalkers.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/singgihwalkers.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singgihwalkers.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singgihwalkers.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singgihwalkers.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singgihwalkers.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singgihwalkers.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singgihwalkers.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singgihwalkers.wordpress.com&amp;blog=10078656&amp;post=132&amp;subd=singgihwalkers&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd07547e175e47d4c4c690a1aedf8f15?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">singual</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERBANKAN</title>
		<link>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/perbankan/</link>
		<comments>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/perbankan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 06:05:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>singual</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singgihwalkers.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Para ahli perbankan di negara-negara maju mendefinisikan bank umum sebagai institusi keuangan yang berorientasi laba. Untuk memperoleh laba tersebut bank umum melaksanakan fungsi intermediasi. Karena diizikan mengumpulkan dana dalam bentuk deposito, bank umum disebut juga sebagai lembaga keuangan depositori. Berdasarkan kemampuannya menciptakan uang (giral), bank umum dapat juga disebut sebagai bank umum pencipta uang giral. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singgihwalkers.wordpress.com&amp;blog=10078656&amp;post=130&amp;subd=singgihwalkers&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Para ahli perbankan di negara-negara maju mendefinisikan bank umum sebagai institusi keuangan yang berorientasi laba. Untuk memperoleh laba tersebut bank umum melaksanakan fungsi intermediasi. Karena diizikan mengumpulkan dana dalam bentuk deposito, bank umum disebut juga sebagai lembaga keuangan depositori. Berdasarkan kemampuannya menciptakan uang (giral), bank umum dapat juga disebut sebagai bank umum pencipta uang giral</strong>.<br />
<strong>Pengertian bank umum menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1998</strong> :</p>
<p>“<strong>Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.</strong>“<br />
<strong>Fungsi-fungsi bank umum yang diuraikan di bawah ini menujukkan betapa pentingnya keberadaan bank umum dalam perekonomian modern</strong>,<strong> yaitu </strong>:</p>
<p><strong>1.    Penciptaan uang</strong></p>
<p><strong>Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang giral menyebabkan possisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter</strong>.</p>
<p><strong>Bank sentral dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi kemampuan bank umum menciptakan uang giral</strong>.</p>
<p><strong>2.    Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran</strong></p>
<p><strong>Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran</strong>.</p>
<p>Beberapa jasa yang amat dikenal adalah <strong>kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik</strong>.<br />
<em>3.    Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat</em></p>
<p><strong>Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. </strong>Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya. <strong>Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran kredit</strong>.<br />
<strong>4.    Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional</strong></p>
<p><strong>Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara</strong>. Kehadiran bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. <strong>Dengan adanya bank umum, kepentingan pihak-pihak yang melakukan transaksi internasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan murah</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>5.    Penyimpanan Barang-Barang Berharga</strong></p>
<p><strong>Penyimpanan barang-barang berharga adalah satu satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe deposit box)</strong>. Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat berharga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>6.    Pemberian Jasa-Jasa Lainnya</strong></p>
<p><strong>Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank umum juga semakin banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai dengan menggunakan jasa-jasa bank. </strong></p>
<p><em>Jasa-jasa ini amat memudahkan dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada pihak yang menggunakannya</em><strong>.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>PERAN BANK INDONESIA DALAM STABILITAS KEUANGAN</strong></p>
<p>Sebagai otoritas moneter, perbankan dan sistem pembayaran, tugas utama Bank Indonesia tidak saja menjaga stabilitas moneter, namun juga stabilitas sistem keuangan (perbankan dan sistem pembayaran). Keberhasilan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter tanpa diikuti oleh stabilitas sistem keuangan, tidak akan banyak artinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Stabilitas moneter dan stabilitas keuangan ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Kebijakan moneter memiliki dampak yang signifikan terhadap stabilitas keuangan begitu pula sebaliknya, stabilitas keuangan merupakan pilar yang mendasari efektivitas kebijakan moneter. Sistem keuangan merupakan salah satu alur transmisi kebijakan moneter, sehingga bila terjadi ketidakstabilan sistem keuangan maka transmisi kebijakan moneter tidak dapat berjalan secara normal. Sebaliknya, ketidakstabilan moneter secara fundamental akan mempengaruhi stabilitas sistem keuangan akibat tidak efektifnya fungsi sistem keuangan. Inilah yang menjadi latar belakang mengapa stabilitas sistem keuangan juga masih merupakan  tugas dan tanggung jawab Bank Indonesia.</p>
<p>Pertanyaannya, bagaimana peranan Bank Indonesia dalam memelihara stabilitas sistem keuangan? Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki lima peran utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Kelima peran utama yang mencakup kebijakan dan instrumen dalam menjaga stabilitas sistem keuangan itu adalah:</p>
<p><em>Pertama</em>, Bank Indonesia memiliki tugas untuk menjaga stabilitas moneter antara lain melalui instrumen suku bunga dalam operasi pasar terbuka. Bank Indonesia dituntut untuk mampu menetapkan kebijakan moneter secara tepat dan berimbang. Hal ini mengingat gangguan stabilitas moneter memiliki dampak langsung terhadap berbagai aspek ekonomi.  Kebijakan moneter melalui penerapan suku bunga yang terlalu ketat, akan cenderung bersifat mematikan kegiatan ekonomi. Begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, untuk menciptakan stabilitas moneter, Bank Indonesia telah menerapkan suatu kebijakan yang disebut <a href="http://www.bi.go.id/web/id/Moneter/Kerangka+Kebijakan+Moneter/"><em>inflation</em> <em>targeting framework</em></a>.</p>
<p><em>Kedua</em>, Bank Indonesia memiliki peran vital dalam menciptakan kinerja lembaga keuangan yang sehat, khususnya perbankan. Penciptaan kinerja lembaga perbankan seperti itu dilakukan melalui <a href="http://www.bi.go.id/web/id/Peraturan/Perbankan/">mekanisme pengawasan dan regulasi</a>. Seperti halnya di negara-negara lain, sektor perbankan memiliki pangsa yang dominan dalam sistem keuangan. Oleh sebab itu, kegagalan di sektor ini dapat menimbulkan ketidakstabilan keuangan dan mengganggu perekonomian. Untuk mencegah terjadinya kegagalan tersebut, sistem pengawasan dan kebijakan perbankan yang efektif haruslah ditegakkan. Selain itu, disiplin pasar melalui kewenangan dalam pengawasan dan pembuat kebijakan serta penegakan hukum (<em>law enforcement</em>) harus dijalankan. Bukti yang ada menunjukkan bahwa negara-negara yang menerapkan disiplin pasar, memiliki stabilitas sistem keuangan yang kokoh. Sementara itu, upaya penegakan hukum (<em>law enforcement</em>) dimaksudkan untuk melindungi perbankan dan stakeholder serta sekaligus mendorong kepercayaan terhadap sistem keuangan. Untuk menciptakan stabilitas di sektor perbankan secara berkelanjutan, Bank Indonesia telah menyusun <a href="http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Arsitektur+Perbankan+Indonesia/Struktur+Perbankan/">Arsitektur Perbankan Indonesia</a> dan rencana <a href="http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Implementasi+Basel+II/">implementasi Basel II</a>.</p>
<p><em>Ketiga</em>, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mengatur dan menjaga kelancaran <a href="http://www.bi.go.id/web/id/Sistem+Pembayaran/">sistem pembayaran</a>. Bila terjadi gagal bayar (<em>failure to settle</em>) pada salah satu peserta dalam sistem sistem pembayaran, maka akan timbul risiko potensial yang cukup serius dan mengganggu kelancaran sistem pembayaran. Kegagalan tersebut dapat menimbulkan risiko yang bersifat menular (<em>contagion risk</em>) sehingga menimbulkan gangguan yang bersifat sistemik. Bank Indonesia mengembangkan mekanisme dan pengaturan untuk mengurangi risiko dalam sistem pembayaran yang cenderung semakin meningkat. Antara lain dengan menerapkan sistem pembayaran yang  bersifat <em>real time</em> atau dikenal dengan nama sistem RTGS (<em>Real Time Gross Settlement</em>) yang dapat lebih meningkatkan keamanan dan kecepatan sistem pembayaran. Sebagai otoritas dalam sistem pembayaran, Bank Indonesia memiliki informasi dan keahlian untuk mengidentifikasi risiko potensial dalam sistem pembayaran.</p>
<p><em>Keempat</em>, melalui fungsinya dalam riset dan pemantauan, Bank Indonesia dapat mengakses informasi-informasi yang dinilai mengancam stabilitas keuangan. Melalui pemantauan secara <em>macroprudential</em>, Bank Indonesia dapat memonitor kerentanan sektor keuangan dan mendeteksi potensi kejutan (<em>potential shock</em>) yang berdampak pada stabilitas sistem keuangan. Melalui riset, Bank Indonesia dapat mengembangkan instrumen dan indikator <em>macroprudential</em> untuk mendeteksi kerentanan sektor keuangan. Hasil riset dan pemantauan tersebut, selanjutnya akan menjadi rekomendasi bagi otoritas terkait dalam mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meredam gangguan dalam sektor keuangan.</p>
<p><em>Kelima</em>, Bank Indonesia memiliki fungsi sebagai <a href="http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Stabilitas+Sistem+Keuangan/Manajemen+Krisis/Jaring+Pengaman+Sistem+Keuangan/">jaring pengaman sistim keuangan </a> melalui fungsi bank sentral sebagai <em>lender of the last resort</em> (LoLR). Fungsi LoLR merupakan peran tradisional Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam mengelola krisis guna menghindari terjadinya ketidakstabilan sistem keuangan. Fungsi sebagai LoLR mencakup penyediaan likuiditas pada kondisi normal maupun krisis. Fungsi ini hanya diberikan kepada bank yang menghadapi masalah likuiditas dan berpotensi memicu terjadinya krisis yang bersifat sistemik. Pada kondisi normal, fungsi LoLR dapat diterapkan pada bank yang mengalami kesulitan likuiditas temporer namun masih memiliki kemampuan untuk membayar kembali. Dalam menjalankan fungsinya sebagai LoLR,  Bank Indonesia harus menghindari terjadinya moral hazard. Oleh karena itu, pertimbangan risiko sistemik dan persyaratan yang ketat harus diterapkan dalam penyediaan likuiditas tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singgihwalkers.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singgihwalkers.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singgihwalkers.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singgihwalkers.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/singgihwalkers.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/singgihwalkers.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/singgihwalkers.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/singgihwalkers.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singgihwalkers.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singgihwalkers.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singgihwalkers.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singgihwalkers.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singgihwalkers.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singgihwalkers.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singgihwalkers.wordpress.com&amp;blog=10078656&amp;post=130&amp;subd=singgihwalkers&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/perbankan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd07547e175e47d4c4c690a1aedf8f15?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">singual</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendapatan Nasional</title>
		<link>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/pendapatan-nasional-2/</link>
		<comments>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/pendapatan-nasional-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 06:03:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>singual</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singgihwalkers.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam suatu periode biasanya dalam satu tahun. Salah satu indikator telah terjadinya alokasi yang efisien secara makro adalah nilai output nasional yang dihasilkan oleh sebuah perekonomian suatu negara dalam periode tertentu. Besarnya output nasional dapat menunjukkan beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singgihwalkers.wordpress.com&amp;blog=10078656&amp;post=128&amp;subd=singgihwalkers&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam suatu periode biasanya dalam satu tahun. Salah satu indikator telah terjadinya alokasi yang efisien secara makro adalah nilai output nasional yang dihasilkan oleh sebuah perekonomian suatu negara dalam periode tertentu. Besarnya output nasional dapat menunjukkan beberapa hal penting dalam sebuah perekonomian, yaitu :<br />
Besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang seberapa efisien sumber daya yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang ada dalam perekonomian.<br />
Besarnya output nasional merupakan sebuah alat ukur produktivitas dan tingkat kemakmuran suatu negara.<br />
Besarnya output nasional merupakan gambaran tentang masalah-masalah struktural yang dihadapi perekonomian.<br />
Itulah sebabnya perhitungan pendapatan nasional yang lebih dikenal sebagai pendapatan nasional merupakan pokok pembahasan dalam teori ekonomi makro. Terdapat beberapa konsep dalam pendapatan nasional, yaitu :</p>
<p>* Produk Domestik Bruto (GDP)</p>
<p>Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk barang dan jasa yang dihasilkan di dalam suatu wilayah negara (domestik) baik itu perusahaan asing mau pun domestik dalam jangka waktu selama satu tahun.</p>
<p>* Produk Nasionl Bruto (GNP)</p>
<p>Produk Nasional Bruto adalah jumlah produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh seorang warga negara termasuk hasil produk dari warga negara yang berada di luar negeri tatapi bukan dari hasil perusahaan asing yang berada di dalam negeri.</p>
<p>* Produk Nasional Neto (NNP)</p>
<p>Produk Nasional Neto adalah jumlah produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara dikurangi oleh depresiasi atau penyusutan barang modal.</p>
<p>*Pendapatan Nasional Neto (NNI)</p>
<p>Pendapatan Nasional Neto adalah jumlah pendapatan yang diterima warga negara sebagai pemilik faktor produksi.</p>
<p>*Pendapatan Perseorangan (PI)</p>
<p>Pendapatan Perseorangan adalah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat meskipun tidak melakukan kegiatan apa pun.</p>
<p>Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)<br />
Pendapatan yang siap dibelajakan adalah pendapatan yang siap untuk dibelanjakan untuk membeli barang dan jasa.<br />
Terdapat tiga cara yang dapat digunakan untuk menghitung pendapatan nasional, yaitu :</p>
<p>1. Metode Pengeluaran</p>
<p>Metode ini banyak digunakan di negara-negara maju. Cara pehitungannya adalah dengan membagi sektor perekonomian menjadi beberapa sektor produksi.</p>
<p>1.Metode Pendapatan</p>
<p>Metode ini diperoleh dari pendapatan para pekerja, pendapatan dari usaha perseorangan, pendapatan dari sewa, bunga neto dan keuntungan perusahaan.</p>
<p>1. Metode Produksi</p>
<p>Metode ini diperoleh dengan menjumlahkan nilai tambah yang dibuat oleh sebuah perusahaan di berbagai jenis usaha.<br />
Selain bertujuan untuk mengukur kesejahteraan suatu negara dan untuk mendapatkan data-data tentang pendapatan suatu negara, perhitungan pendapatan nasional suatu negara juga memiliki banyak tujuan antara lain untuk meneliti struktur perkonomian suatu negara.<strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>TEORI PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>1.    MAZHAB HISTORISMUS</p>
<p>Pola pendekatan pembangunan ekonomi yang berpangkal pada perspektif sejarah</p>
<p>Bersifat induktif empiris.</p>
<p>Fenomena ekonomi : Perkembangan yang  Menyeluruh dan  tahap tertentu dalam sejarah.</p>
<p>Dimulai di Jerman abad XIX s/d awal abad XX.</p>
<p>FRIEDRICH LIST (TH.1840)</p>
<p>Pelopor Historismus : Eksponen Nasionalisme Ekonomi</p>
<p>Bahwa Tahap Perkembangan Ekonomi yaitu dengan cara produksi :</p>
<p>1.    Tahap primitip</p>
<p>2.    Tahap Beternak</p>
<p>3.    Tahap Pertanian</p>
<p>4.    Industri Pengolahan (Manufacturing)</p>
<p>5.    Pertanian, Industri Pengolahan &amp; Perdagangan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>BRUNO HILDEBRAND (1848)</p>
<p>Terjadi Evolusi dalam masyarakat</p>
<p>Kritik terhadap  Frienrich List : Bahwa Peekembangan Ekonomi bukan dari cara produksi / cara konsumsi yaitu dari cara distribusi</p>
<p>Tahapan cara distribusi, adalah :</p>
<p>1.    Perekonomian Barter (Natura)</p>
<p>2.    Perekonomian Uang</p>
<p>3.    Perekonomian Kredit</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kelemahan Teori Bruno :</p>
<p>1.      Tidak dijelaskan proses perkembangan dari tahap tertentu ke tahap berikutnya</p>
<p>2.      Tidak memberi sumbangan yang berarti terhadap analitis di bidang ilmu ekonomi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>KARL BUCHER</p>
<p>Karl memberikan suatu Sintesa dari Pendapat Frienrich List dan Bruno Hildebrand, yaitu Perkembangan  Ekonomi terdapat 3 tahap :</p>
<p>1.    Produksi untuk kebutuhan Sendiri (subsistence)</p>
<p>2.    Perekonomian Kota dimana pertukaran sudah meluas</p>
<p>3.    Perekonomian Nasional, Dimana peran pedagang menjadi semakin penting</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>WALT WHITMAN ROSTOW (WW. ROSTOW)</p>
<p>Sangat popular dan paling banyak komentar dari ahli</p>
<p>Artikel : Economics Journal (Maret 1956) dimuat dlm Buku The Stages of Economics Growth (1960).</p>
<p>Menurut WW Rostow, Pembangunan Ekonomi merupakan suatu proses yang dapat menyebabkan :</p>
<p>1.      Perubahan orientasi ekonomi, politik dan social yang pada mulanya berorientasi ke dalam menjadi berorientasi keluar.</p>
<p>2.      Perubahan pandangan masyarakat mengenai jumlah anak dalam keluarga yaitu kesadaran untuk membina keluarga kecil</p>
<p>3.      Perubahan dalam  kegiatan investasi masyarakat dari melakukan investasi yang tidak  produktif menjadi investasi yang produktif</p>
<p>4.      Perubahan sikap hidup dari adat istiadat dan keluarga menjadi ditentukan oleh kesanggupan melaksanakan pekerjaan</p>
<p>5.      Perubahan pandangan masyarakat yang awal ditentukan oleh keadaan alam menjadi berpandangan bahwa manusia harus memanipulasi keadaan alam untuk kemajuan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>WW Rostow membedakan pembangunan ekonomi ke dalam 5 tahap :</p>
<p>1.           Tahap Masyarakat Tradisional (The Traditional Society)</p>
<p>Masyarakat yang masih menggunakan cara berproduksi yang relative primitive dan cara hidup yang masih dipengaruhi oleh nilai-nilai pemikiran yang tidak rasional dan kebiasaan yang sudah turun temurun.</p>
<p>-            Fungsi Produksi terbatas, cara produksi masih primitif</p>
<p>-            Tingkat produktifitas masyarakat rendah : untuk sector pertanian</p>
<p>-            Struktur social hirarkis : mobilitas vertical masyarakat kecil ; kedudukan masyarakat tidak berbeda dengan nenek moyang.</p>
<p>-            Kegiatan politik dan pemerintahan di daerah-daerah berada di tangan tuan tanah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>2.    Tahap Prasyarat Tinggal Landas (The Preconditions for Take-Off)</p>
<p>Masa transisi masyarakat mempersiapkan untuk mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri (self sustained growth).</p>
<p>Cirri tahap prasyarat :</p>
<p>a.      Perubahan dalam system politik</p>
<p>b.      Struktur social</p>
<p>c.       Nilai – nilai masysrakat</p>
<p>d.      Struktur kegiatan ekonomi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tahap ini memiliki 2 corak berbeda :</p>
<p>1.      Tahap Prasyarat Tinggal landas yang dialami negara Eropa, Asia, Timur Tengah dan Afrika : perombakan terhadap masyarakat tradisional yang sudah ada untuk mencapai tahap tsb.</p>
<p>2.      Tahap Prasyarat Tinggal landas yg dialami negara born free (daerah imigran) (Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Selandia Baru) : tanpa harus merubah sistim masyarakat tradisional yang sudah ada dan umumnya masyarakat imigran</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>3.    Tahap Tinggal Landas (The Take-Off)</p>
<p>Pertumbuhan ekonomi selalu terjadi, Kemajuan pesat dalam inovasi atau terbukanya pasar-pasar baru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tiga (3) ciri utama negara yang mencapai Tahap Tinggal Landas :</p>
<p>1.      Kenaikan investasi yang produktif dari 5% atau kurang menjadi 10% dari PNB (Nett National Product).</p>
<p>2.      Berkembangnya satu atau beberapa sector industri pemimpin (leading sector) dengan tingkat pertumbuhan tinggi</p>
<p>3.      Tercapainya suatu kerangka dasar politik, social dan kelembagaan yang dapat menciptakan perkembangan di sektor modern dan potensi ekonomi eksternal yang dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peranan lending sektor</p>
<p>Yaitu pertumbuhan yang digerakan oleh perkembangan sejumlah kecil kegiatan ekonomi yang di golongkan pada sektor ekonomi primer.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terdapat 4 faktor untuk menciptakan leading sector yang perlu dipahami:</p>
<p>1.      Harus ada kemugkinan perluasan pasar bagi barang-barang yg diproduksi yg mempunyai kemungkinan utk berkembang dgn cepat</p>
<p>2.      Dalam sector tsb hrs dikembangkan teknik produksi yg modern dan kapasitas produksi harus bisa diperluas</p>
<p>3.      Harus tercipta tabungan dalam masyarakat dan para pengusaha harus menanamkan kembali keuntungannya untuk membiayai pembangunan sector pemimpin</p>
<p>4.      Pembangunan dan transformasi teknologi sector pemimpin harus bisa diciptakan kebutuhan akan adanya perluasan kapasitas dan modernisasi sector-sektor lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Urutan Negara Lepas Landas dan Leading Sector menurut WW Rostow :</p>
<p>(Masa Tinggal Landas : 20 – 25 tahun) :</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>No Urut             Negara           Tahun                        Leading Sector</p>
<p>1                         Inggris            1783-1802     Industri Tekstil</p>
<p>2                         Perancis        1830-1860     Jaringan KA</p>
<p>3                         Belgia             1833-1860     Jaringan KA</p>
<p>4                         USA                1843-1860     Jaringan Jalan KA</p>
<p>5                         Jerman          1850-1873     Jaringan Jalan KA</p>
<p>6                         Swedia           1868-1890     Industri Kayu</p>
<p>7                         Jepang           1878-1900     Industri Sutera</p>
<p>8                         Rusia             1890-1914     Jaringan Jalan KA</p>
<p>9                         Kanada          1896-1914     Jaringan Jalan KA</p>
<p>10                       Argentina      1935               Industri Subst Impor</p>
<p>11                       Turki               1937</p>
<p>12                       India               1952</p>
<p>13                       RRC               1952</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>4.    Tahap Menuju Kedewasaan (The Drive to Maturity)</p>
<p>Kondisi masyarakat sudah secara efektif menggunakan Teknologi modern di hampir semua kegiatan produksi dan kekayaan alam. Sektor pemimpin baru akan bermunculan menggantikan sector pemimpin yang mengalami kemunduran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karakteristik non ekonomi pada tahap menuju kedewasaan :</p>
<p>1.      Struktur dan keahlian tenaga kerja berubah</p>
<p>Kepandaian dan keahlian pekerja bertambah tinggi.</p>
<p>Sektor indusri bertambah penting peranannya</p>
<p>Sektor pertanian menurun peranannya.</p>
<p>2.      Sifat kepemimpinan dalam perusahaan mengalami perubahan. Peranan manajer professional semakin penting dan menggantikan kedudukan pengusaha pemilik.</p>
<p>3.      Masyarakat bosan dengan keajaiban yg diciptakan industrialisasi sehingga menimbulkan  kritik-kritik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Negara yang mencapai tahap ini (WW Rostow) adalah :</p>
<p>Inggris (1850), USA (1900), Jerman dan Perancis (1910), Swedia (1930) Jepang (1940) Rusia dan Kanada (1950).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>5.   Tahap Konsumsi Tinggi (The Age on High Mass Consumption)</p>
<p>Dalam tahap ini perhatian masyarakat menekankan pada masalah konsumsi dan kesejahteraan masyarakat, bukan pada masalah produksi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terdapat 3 macam tujuan masyarakat yang ingin dicapai pada tahap ini :</p>
<p>1.      Memperbesar kekuasaan dan pengaruh ke luar negeri dan kecenderungan berakibat penjajahan terhadap bangsa lain</p>
<p>2.      Menciptakan negara kesejahteraan (welfare state) (Negara Persemakmuran = Comment Wealth) dengan cara mengusahakan terciptanya pembagian pendapatan yang telah merata melalui sistim pajak progresif (semakin banyak semakin besar)</p>
<p>3.      Meningkatnya konsumsi masyarakat melebihi kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan) menjadi konsumsi terhadap barang tahan lama dan barang-barang mewah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Negara pertama mencapai tahap ini :</p>
<p>USA ( th. 1920), Inggris (th. 1930), Jepang dan Eropa Barat (th. 1950) dan Rusia (Pasca Stalin)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>TEORI SCHUMPETER</p>
<ul>
<li>Sistim kapitalisme merupakan sistim yang paling baik dalam menciptakan pembangunan ekonomi</li>
<li>Namun dalam jangka panjang sistim kapitalisme akan mengalami stagnasi.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Faktor utama penyebab perkembangan ekonomi : proses inovasi oleh inovator atau wiraswasta (entrepreuner).</p>
<p>Inovasi mempunyai 3 pengaruh :</p>
<p>1.      Diperkenalkan teknologi baru</p>
<p>2.      Keuntungan lebih (monopolistis), sumber dana akumulasi modal.</p>
<p>3.      Timbul  proses peniruan (imitasi); meniru teknologi.</p>
<p>Faktor-faktor penunjang inovasi :</p>
<p>Menurut Schumpeter terdapat 5 kegiatan dalam inovasi :</p>
<p>1.     Diperkenalkan produk baru yang sebelumnya tidak ada.</p>
<p>2.     Diperkenalkannya cara produksi baru</p>
<p>3.     Pembukaan daerah pasar baru</p>
<p>4.     Penemuan sumber bahan mentah baru</p>
<p>5.     Perubahan organisasi industri dalam EFISIENSI INDUSTRI</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Syarat-syarat terjadinya inovasi :</p>
<ul>
<li>Ada calon pelaku inovasi (inovator dan wiraswasta) dlm masyarakat</li>
<li>Ada lingkungan sosial, politik &amp; teknologi untuk merangsang semangat inovasi dan pelaksanaan ide-ide untuk berinovasi.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terdapat 2 faktor penunjang lain, yang perlu dipertimbangkan yaitu :</p>
<p>1.      Tersedia cadangan ide-ide baru secara memadai</p>
<p>2.      Ada sistim perkreditan dalam menyediakan dana entrepreneur untuk merealisaskan ide tersebut menjadi kenyataan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>TEORI KETERGANTUNGAN</p>
<ul>
<li>Tergabungnya secara paksa (forced incorporated) daerah-daerah pinggiran ke dalam ekonomi kapitalisme dunia ; penyebab keterbelakangan (UNDERDEVELOPED) negara yang sedang berkembang.</li>
<li>Implikasi : Tanpa kolonialisme dan integrasi ke sistim kapitalisme dunia, negara yang sedang berkembang mampu mencapai tingkat kesejahteraan tinggi dan dapat mengembangkan pengolahan (manufacturing) mereka atas usaha dan kekuatan sendiri.</li>
<li>Mengabaikan faktor-faktor intern ; struktur sosial budaya &amp; pola perilaku masyarakat prakolonial.</li>
<li>Terlalu melebihkan efisiensi administratif untuk menekankan kemungkinan yang sebenarnya terbuka bagi negara-negara untuk mengalami suatu transisi kapitalisme borjuis.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singgihwalkers.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singgihwalkers.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singgihwalkers.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singgihwalkers.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/singgihwalkers.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/singgihwalkers.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/singgihwalkers.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/singgihwalkers.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singgihwalkers.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singgihwalkers.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singgihwalkers.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singgihwalkers.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singgihwalkers.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singgihwalkers.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singgihwalkers.wordpress.com&amp;blog=10078656&amp;post=128&amp;subd=singgihwalkers&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/pendapatan-nasional-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd07547e175e47d4c4c690a1aedf8f15?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">singual</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEMBANGUNAN EKONOMI</title>
		<link>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/pembangunan-ekonomi/</link>
		<comments>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/pembangunan-ekonomi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 06:02:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>singual</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singgihwalkers.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara. Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singgihwalkers.wordpress.com&amp;blog=10078656&amp;post=126&amp;subd=singgihwalkers&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pembangunan ekonomi</strong> adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk">penduduk</a> dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.</p>
<p>Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari <strong>pertumbuhan ekonomi</strong> (<em>economic growth</em>); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.</p>
<p>Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasional">pendapatan nasional</a>. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan <a title="GNP (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=GNP&amp;action=edit&amp;redlink=1">GNP</a> riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.</p>
<p>Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam <a title="Lembaga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga">lembaga</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pengetahuan">pengetahuan</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sosial">sosial</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teknik">teknik</a>.</p>
<h2>Faktor</h2>
<p>Sumber daya alam yang dimiliki memengaruhi pembangunan ekonomi.</p>
<p>Ada beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, namun pada hakikatnya faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu faktor ekonomi dan faktor nonekonomi.</p>
<p>Faktor ekonomi yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan keahlian atau kewirausahaan.</p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_alam">Sumber daya alam</a>, yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan <a title="Iklim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iklim">iklim/cuaca</a>, <a title="Hutan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hutan">hasil hutan</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tambang">tambang</a>, dan <a title="Laut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laut">hasil laut</a>, sangat memengaruhi pertumbuhan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Industri">industri</a> suatu negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku produksi. Sementara itu, keahlian dan <a title="Wirausaha (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wirausaha&amp;action=edit&amp;redlink=1">kewirausahaan</a> dibutuhkan untuk mengolah bahan mentah dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi (disebut juga sebagai proses produksi).</p>
<p>Sumber daya manusia juga menentukan keberhasilan pembangunan nasional melalui jumlah dan kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang besar merupakan <a title="Pasar (ekonomi)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_%28ekonomi%29">pasar</a> potensial untuk memasarkan hasil-hasil produksi, sementara kualitas penduduk menentukan seberapa besar produktivitas yang ada.</p>
<p>Sementara itu, sumber daya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Modal">modal</a> dibutuhkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a> untuk mengolah bahan mentah tersebut. Pembentukan modal dan investasi ditujukan untuk menggali dan mengolah kekayaan. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.</p>
<p>Faktor nonekonomi mencakup kondisi <a title="Budaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya">sosial kultur</a> yang ada di masyarakat, keadaan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik">politik</a>, kelembagaan, dan sistem yang berkembang dan berlaku.</p>
<p><strong>Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan</strong><br />
Pertumbuhan Ekonomi :<br />
1. Merupakan proses naiknya produk per kapita dalam jangka panjang.<br />
2. Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan.<br />
3. Tidak memperhatikan pertambahan penduduk<br />
4. Belum tentu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.<br />
5. Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai dengan pembangunan ekonomi<br />
6. Setiap input dapat menghasilkan output yang lebih banyak<br />
Pembangunan ekonomi:<br />
1. Merupakan proses perubahan yang terus menerus menuju perbaikan termasuk usaha meningkatkan produk per kapita.<br />
2. Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.<br />
3. Memperhatikan pertambahan penduduk.<br />
4. Meningkatkan taraf hidup masyarakat.<br />
5. Pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi.<br />
6. Setiap input selain menghasilkan output yang lebih banyak juga terjadi perubahan – perubahan kelembagaan dan pengetahuan teknik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singgihwalkers.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singgihwalkers.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singgihwalkers.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singgihwalkers.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/singgihwalkers.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/singgihwalkers.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/singgihwalkers.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/singgihwalkers.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singgihwalkers.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singgihwalkers.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singgihwalkers.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singgihwalkers.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singgihwalkers.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singgihwalkers.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singgihwalkers.wordpress.com&amp;blog=10078656&amp;post=126&amp;subd=singgihwalkers&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/pembangunan-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd07547e175e47d4c4c690a1aedf8f15?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">singual</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDAPATAN NASIONAL</title>
		<link>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/pendapatan-nasional/</link>
		<comments>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/pendapatan-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 06:01:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>singual</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singgihwalkers.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun. Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singgihwalkers.wordpress.com&amp;blog=10078656&amp;post=124&amp;subd=singgihwalkers&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pendapatan nasional</strong> adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.</p>
<p>Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh <a title="Sir William Petty (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sir_William_Petty&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sir William Petty</a> dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1665">1665</a>. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (<em>Gross National Product</em>, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.</p>
<p><strong>Konsep</strong></p>
<p>Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional</p>
<ul>
<li><strong>Produk Domestik Bruto (GDP)</strong></li>
</ul>
<p>Produk domestik bruto (<em>Gross Domestic Product</em>) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.</p>
<ul>
<li><strong>Produk Nasional Bruto (GNP)</strong></li>
</ul>
<p>Produk Nasional Bruto (<em>Gross National Product</em>) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.</p>
<ul>
<li><strong>Produk Nasional Neto (NNP)</strong></li>
</ul>
<p>Produk Nasional Neto (<em>Net National Product</em>) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut <em>replacement</em>). <em>Replacement</em> penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.</p>
<ul>
<li><strong>Pendapatan Nasional Neto (NNI)</strong></li>
</ul>
<p>Pendapatan Nasional Neto (<em>Net National Income</em>) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a> sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang <a title="Pajak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pajak">pajak tidak langsung</a>. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.</p>
<ul>
<li><strong>Pendapatan Perseorangan (PI)</strong></li>
</ul>
<p>Pendapatan perseorangan (<em>Personal Income</em>)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (<em>transfer payment</em>). <em>Transfer payment</em> adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).</p>
<ul>
<li><strong>Pendapatan yang siap      dibelanjakan (DI)</strong></li>
</ul>
<p>Pendapatan yang siap dibelanjakan (<em>Disposable Income</em>) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. <em>Disposable income</em> ini diperoleh dari <em>personal income</em> (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (<em>direct tax</em>) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Penghitungan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jasa perbankan turut memengaruhi besarnya pendapatan nasional</p>
<p>Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:</p>
<ul>
<li>Pendekatan pendapatan, dengan      cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang      diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode      tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada      <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan">perusahaan</a>.</li>
<li>Pendekatan produksi, dengan      cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari      bidang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Industri">industri</a>, <a title="Agraris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agraris">agraris</a>, <a title="Ekstraktif (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ekstraktif&amp;action=edit&amp;redlink=1">ekstraktif</a>,      <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jasa">jasa</a>,      dan <a title="Niaga (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Niaga&amp;action=edit&amp;redlink=1">niaga</a> selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan      ini adalah nilai <em>jasa</em> dan <em>barang jadi</em> (bukan bahan mentah      atau barang setengah jadi).</li>
<li>Pendekatan pengeluaran, dengan      cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa      yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu.      Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran      yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah      tangga (<em>Consumption</em>), pemerintah (<em>Government</em>), pengeluaran      investasi (<em>Investment</em>), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi      impor (<em>X</em> − <em>M</em>)</li>
</ul>
<p>Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :</p>
<p>g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%</p>
<p>g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin</p>
<p>Contoh soal :</p>
<p>PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?</p>
<p>jawab :</p>
<p>g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%</p>
<p><strong>Manfaat</strong></p>
<p>Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Industri">industri</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian">pertanian</a>, atau negara <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jasa">jasa</a>. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> termasuk negara pertanian atau agraris, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang">Jepang</a> merupakan negara industri, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singapura">Singapura</a> termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.</p>
<p>Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.</p>
<p><strong>Faktor yang memengaruhi</strong></p>
<p><strong>Permintaan dan penawaran agregat</strong></p>
<p>Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.</p>
<ul>
<li>Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran      agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada      tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara      keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung      mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan      nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran.      Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi      akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah      pengangguran.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Konsumsi dan tabungan</strong></li>
</ul>
<p>Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (<em>saving</em>) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat <strong>Keynes</strong> yang dikenal dengan <em><a title="Psychological consumption (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psychological_consumption&amp;action=edit&amp;redlink=1">psychological consumption</a></em> yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.</p>
<ul>
<li><strong>Investasi</strong></li>
</ul>
<p>Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singgihwalkers.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singgihwalkers.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singgihwalkers.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singgihwalkers.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/singgihwalkers.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/singgihwalkers.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/singgihwalkers.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/singgihwalkers.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singgihwalkers.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singgihwalkers.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singgihwalkers.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singgihwalkers.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singgihwalkers.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singgihwalkers.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singgihwalkers.wordpress.com&amp;blog=10078656&amp;post=124&amp;subd=singgihwalkers&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/pendapatan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd07547e175e47d4c4c690a1aedf8f15?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">singual</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JENIS-JENIS PASAR</title>
		<link>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/jenis-jenis-pasar/</link>
		<comments>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/jenis-jenis-pasar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 06:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>singual</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singgihwalkers.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Jenis – Jenis Pasar dibedakan menurut bentuk kegiatan, cara transaksi dan menurut jenis barangnya. Pengertian Pasar atau Definisi Pasar adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa. Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli.  Syarat terjadinya transaksi adalah ada barang yang diperjual belikan, ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singgihwalkers.wordpress.com&amp;blog=10078656&amp;post=122&amp;subd=singgihwalkers&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jenis – Jenis Pasar dibedakan menurut bentuk kegiatan, cara transaksi dan menurut jenis barangnya.</p>
<p><strong>Pengertian Pasar atau Definisi Pasar</strong> adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa.</p>
<p>Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli.  Syarat terjadinya transaksi adalah ada barang yang diperjual belikan, ada pedagang, ada pembeli, ada kesepakatan harga barang, dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.</p>
<p><strong>Jenis-Jenis Pasar</strong></p>
<p><em>Jenis pasar menurut bentuk kegiatannya</em>. Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi menjadi 2 yaitu pasar nyata ataupun pasar tidak nyata(abstrak).  Maka kita lihat penjabaran berikut ini:</p>
<ul>
<li><strong>Pasar Nyata.</strong></li>
</ul>
<p>Pasar nyata adalah pasar diman barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.</p>
<ul>
<li><strong>Pasar Abstrak.</strong></li>
</ul>
<p>Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.</p>
<p><em>Jenis pasar menurut cara transaksinya. </em>Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern.</p>
<ul>
<li><strong>Pasar Tradisional</strong></li>
</ul>
<p>Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.</p>
<ul>
<li><strong>Pasar Modern</strong></li>
</ul>
<p>Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.</p>
<p><em>Jenis – Jenis Pasar menurut jenis barangnya</em>. Beberapa pasar hanya menjual satu jenis barang tertentu , misalnya pasar hewan,pasar sayur,pasar buah,pasar ikan dan daging serta pasar loak.</p>
<p><em>Jenis – Jenis Pasar menurut keleluasaan distribusi</em>. Menurut keluasaan distribusinya barang yang dijual pasar dapat dibedakan menjadi:</p>
<ul>
<li>Pasar Lokal</li>
<li>Pasar Daerah</li>
<li>Pasar Nasional dan</li>
<li>Pasar Internasional</li>
</ul>
<p><strong>Pengertian dan Macam-macam Pasar Menurut Bentuk dan Strukturnya</strong></p>
<p>Pasar menurut struktur dibedakan menjadi empat macam yaitu pasar persaingan sempurna, monopoli, persaingan monopolistik, dan oligopoli.<br />
<strong>a. Pasar Persaingan Sempurna</strong><br />
Pasar persaingan sempurna disebut juga pasar persaingan murni adalah pasar di mana terdapat banyak penjual dan pembeli dan mereka sudah sama-sama mengetahui keadaan pasar.<br />
Pasar persaingan sempurna memiliki ciri-ciri berikut ini.<br />
1) Banyak penjual dan pembeli.<br />
2) Barang yang diperjualbelikan sejenis (homogen).<br />
3) Penjual maupun pembeli memiliki informasi yang lengkap tentang pasar.<br />
4) Harga ditentukan oleh pasar.<br />
5) Semua faktor produksi bebas masuk dan keluar pasar.<br />
6) Tidak ada campur tangan pemerintah. Contoh pasar persaingan sempurna antara lain pasar hasil-hasil pertanian.<br />
<strong>b. Pasar Persaingan Tidak Sempurna</strong><br />
Pasar persaingan tidak sempurna adalah kebalikan dari pasar persaingan sempurna yaitu pasar yang terdiri atas sedikit penjual dan banyak pembeli. Pada pasar ini penjual dapat menentukan harga barang. Barang yang diperjualbelikan jenisnya heterogen (berbagai jenis barang). Pasar persaingan tidak sempurna mempunyai beberapa bentuk pasar.</p>
<p><strong>1) Pasar Monopoli</strong><br />
Pasar monopoli adalah pasar yang terjadi apabila seluruh penawaran terhadap sejenis barang pada pasar dikuasai oleh seorang penjual atau sejumlah penjual tertentu. Pada pasar monopoli terdapat ciri-ciri berikut ini.<br />
a) Hanya ada satu penjual sebagai pengambil keputusan harga (melakukan monopoli pasar).<br />
b) Penjual lain tidak ada yang mampu menyaingi dagangannya.<br />
c) Pedagang lain tidak dapat masuk karena ada hambatan dengan undang-undang atau karena teknik yang canggih.<br />
d) Jenis barang yang diperjualbelikan hanya semacam.<br />
e) Tidak adanya campur tangan pemerintah dalam penentuan harga, contoh: PT Pertamina (persero), PT Perusahaan Listrik Negara (persero), dan PT Kereta Api (persero).</p>
<p><strong>2) Pasar Persaingan Monopolistis</strong><br />
Pasar persaingan monopolistis adalah pasar dengan banyak penjual yang menghasilkan barang yang berbeda corak. Pasar ini banyak dijumpai pada sektor jasa dan perdagangan eceran. Misalnya jasa salon, angkutan, toko obat/apotik, dan toko kelontong.<br />
Pada pasar persaingan monopolistik terdapat ciri-ciri berikut ini.<br />
a) Terdiri atas banyak penjual dan banyak pembeli.<br />
b) Barang yang dihasilkan sejenis, hanya coraknya berbeda. Contoh: sabun, pasta gigi, dan minyak goreng.<br />
c) Terdapat banyak penjual yang besarnya sama, sehingga tidak ada satu penjual yang akan menguasai pasar.<br />
d) Penjual mudah menawarkan barangnya di pasar.<br />
e) Penjual mempunyai sedikit kekuasaan dalam menentukan dan memengaruhi harga pasar.<br />
f) Adanya peluang untuk bersaing dalam keanekaragaman jenis barang yang dijual.</p>
<p><strong>3) Pasar Oligopoli</strong><br />
Pasar oligopoli adalah pasar yang hanya terdiri atas beberapa penjual untuk suatu barang tertentu, sehingga antara penjual yang satu dengan yang lainnya bisa memengaruhi harga. Contoh:<br />
perusahaan menjual mobil dan sepeda motor, perusahaan rokok, industri telekomunikasi, dan perusahaan semen. Pasar oligopoli mempunyai ciri-ciri berikut ini.<br />
a) Hanya terdapat sedikit penjual, sehingga keputusan dari salah satu penjual akan memengaruhi penjual lainnya.<br />
b) Produk-produknya berstandar.<br />
c) Kemungkinan ada penjual lain untuk masuk pasar masih terbuka.<br />
d) Peran iklan sangat besar dalam penjualan produk perusahaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singgihwalkers.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singgihwalkers.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singgihwalkers.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singgihwalkers.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/singgihwalkers.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/singgihwalkers.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/singgihwalkers.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/singgihwalkers.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singgihwalkers.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singgihwalkers.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singgihwalkers.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singgihwalkers.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singgihwalkers.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singgihwalkers.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singgihwalkers.wordpress.com&amp;blog=10078656&amp;post=122&amp;subd=singgihwalkers&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/jenis-jenis-pasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd07547e175e47d4c4c690a1aedf8f15?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">singual</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PASAR</title>
		<link>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/pasar/</link>
		<comments>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/pasar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 05:59:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>singual</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singgihwalkers.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Pasar, dalam ilmu ekonomi, adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli. Transaksi jual-beli yang terjadi tidak selalu memerlukan lokasi fisik. Pasar yang dimaksud bisa merujuk kepada suatu negara tempat suatu barang dijual dan dipasarkan. Pasar dapat dikelompokkan menjadi 5 jenis, yaitu pasar barang, pasar tenaga kerja, pasar modal, dan pasar luar negeri. Pasar barang menggambarkan pertemuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singgihwalkers.wordpress.com&amp;blog=10078656&amp;post=120&amp;subd=singgihwalkers&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasar</strong>, dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_ekonomi">ilmu ekonomi</a>, adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli. Transaksi jual-beli yang terjadi tidak selalu memerlukan lokasi fisik. Pasar yang dimaksud bisa merujuk kepada suatu <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negara">negara</a> tempat suatu barang dijual dan dipasarkan.</p>
<p>Pasar dapat dikelompokkan menjadi 5 jenis, yaitu pasar barang, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_tenaga_kerja">pasar tenaga kerja</a>, pasar modal, dan pasar luar negeri.</p>
<ul>
<li>Pasar barang menggambarkan      pertemuan antara permintaan dan penawaran akan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Barang">barang</a>.      Sebuah perusahaan atau individu dapat beroperasi di pasar barang dengan      menawarkan barang hasil produksi atau pula melakukan permintaan akan      produk.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_tenaga_kerja">Pasar tenaga kerja</a> merupakan pertemuan      antara permintaan dan penawaran <a title="Tenaga kerja (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenaga_kerja&amp;action=edit&amp;redlink=1">tenaga      kerja</a>. Pertemuan ini akan menghasilkan konsep <a title="Upah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Upah">upah</a> dan jumlah tenaga kerja yang      dibutuhkan. Biasanya yang melakukan permintaan adalah <a title="Badan usaha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Badan_usaha">badan usaha</a> (perusahaan),      lembaga-lembaga, instasi-instasi, atau dapat juga perseorangan, sedangkan      yang melakukan penawaran tenaga kerja adalah <a title="Angkatan kerja (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Angkatan_kerja&amp;action=edit&amp;redlink=1">angkatan      kerja</a> yang tersedia di pasar kerja.</li>
</ul>
<ul>
<li>Pasar uang adalah pertemuan      antara permintaan dan penawaran <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uang">uang</a>. Dalam pasar uang yang      ditransaksikan adalah hak menggunakan uang untuk jangka waktu tertentu. Di      pasar uang terjadi pinjam meminjam dana, yang selanjutnya menimbulkan      hubungan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Utang">utang</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Piutang">piutang</a>.      Pihak yang melakukan penawaran uang adalah otoritas moneter (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bank_sentral">Bank      sentral</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintah">pemerintah</a>) dan lembaga keuangan (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bank">bank</a> dan <a title="Lembaga keuangan bukan bank (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lembaga_keuangan_bukan_bank&amp;action=edit&amp;redlink=1">bukan bank</a>), sedangkan pihak yang      melakukan permintaan adalah masyarakat (rumah tangga dan perusahaan).</li>
</ul>
<ul>
<li>Pasar modal dalam arti sempit      identik dengan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bursa_efek">bursa efek</a>. Dalam arti luas, pasar      modal adalah pertemuan antara mereka yang mempunyai dana dengan mereka      yang membutuhkan dana untuk <a title="Modal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Modal">modal usaha</a>. Jika      pasar uang lebih memfokuskan pada penggunaan jangka pendek, maka pasar      modal lebih memfokuskan pada penggunaan jangka panjang.</li>
</ul>
<ul>
<li>Pasar luar negeri menggambarkan      hubungan antara permintaan dalam negeri akan produk <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Impor">impor</a> dan penawaran ke luar negeri berupa produk <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekspor">ekspor</a>.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>MEKANISME PASAR DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM </strong></p>
<p>Pasar, negara, individu dan masyarakat selalu menjadi diskursus hangat dalam ilmu ekonomi. Menurut ekonomi kapitalis (klasik)1, pasar memainkan peranan yang sangat penting dalam sistem perekonomian. Ekonomi kapitalis menghendaki pasar bebas untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi, mulai dari produksi, konsumsi sampai distribusi. Semboyan kapitalis adalah lassez faire et laissez le monde va de lui meme2 (Biarkan ia berbuat dan biarkan ia berjalan, dunia akan mengurus diri sendiri). Maksudnya, biarkan sajalah perekonomian berjalan dengan wajar tanpa intervensi pemerintah, nanti akan ada suatu tangan tak terlihat</p>
<p>(invisible hands) yang akan membawa perekonomian tersebut ke arah</p>
<p>equilibrium. Jika banyak campur tangan pemerintah , maka pasar akan</p>
<p>mengalami distorsi yang akan membawa perekonomian pada</p>
<p>ketidakefisienan(inefisiency) dan ketidakseimbangan.</p>
<p>Menurut konsep tersebut, pasar yang paling baik adalah persaingan</p>
<p>bebas (free competition), sedangkan harga dibentuk oleh oleh kaedahsupply</p>
<p>and demand. Prinsip pasar bebas akan menghasilkan equilibriumdalam</p>
<p>masyarakat, di mana nantinya akan menghasilkan upah(wage) yang adil, harga barang(price) yang stabil dan kondisi tingkat pengangguran yang rendah (full employment). Untuk itu peranan negara dalam ekonomi sama sekali harus diminimalisir, sebab kalau negara turun campur bermain dalam ekonomi hanya akan menyingkirkan sektor swasta sehingga akhirnya menggangguequilibrium pasar. Maka dalam paradigma kapitalisme, mekanisme pasar diyakini akan menghasilkan suatu keputusan yang adil dan arif dari berbagai kepentingan yang bertemu di pasar. Para pendukung paradigma pasar bebas telah melakukan berbagai upaya akademis untuk meyakinkan bahwa pasar adalah sebuah sistem yang mandiri (self regulating).</p>
<p>Sementara itu, sistem ekonomi sosialis yang dikembangkan oleh</p>
<p>Karl Max3 menghendaki maksimasi peran negara. Negara harus menguasai</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>segala sektor ekonomi untuk memastikan keadilan kepada rakyat mulai dari means of production sampai mendistribusikannya kembali kepada buruh, sehingga mereka juga menikmati hasil usaha. Pasar dalam paradigma sosialis, harus dijaga agar tidak jatuh ke tangan pemilik modal</p>
<p>(capitalist) yang serakah sehingga monopoli means of productiondan</p>
<p>melakukan ekspolitasi tenaga buruh lalu memanfaatkannya untuk mendapatkan prifit sebesar-besarnya. Karena ituequil ibrium tidak akan pernah tercapai, sebaliknya ketidakadilan akan terjadi dalam perekonomian masyarakat. Negara harus berperan signifikan untuk mewujudkan</p>
<p>equilibrium dan keadilan ekonomi di pasar.</p>
<p>Menurut faham ini, harga-harga ditetapkan oleh pemerintah, penyaluran barang dikendalikan oleh negara, sehingga tidak terdapat kebebasan pasar. Semua warga masyarakat adalah ”karyawan” yang wajib ikut memproduksi menurut kemampuannya dan akan diberi upah menurut kebutuhannya. Seluruh kegiatan ekonomi atau produksi harus diusahakan bersama. Tidak ada usaha swasta, semua perusahaan, termasuk usaha tani, adalah perusahaan negara (state entreprise). Apa dan berapa yang diproduksikan ditentukan berdasarkan perencanaan pemerintah pusat</p>
<p>(central planning) dan diusahakan langsung oleh negara.</p>
<p>Kedua ajaran sistem ekonomi di atas cukup berkembang dalam pemikiran ekonomi kontemporer, walaupun akhirnya sistem ekonomi sosialis mengalami kemunduran dan mulai ditinggalkan. Lalu bagaimana konsep ekonomi Islam tentang mekanisme pasar tersebut, Bagaimana ajaran Nabi Muhammad dan para ulama tentangnya. Bolehkah negara intervensi harga (pasar) dan sejauhmana kebolehan tersebut. Dan apa saja jenis distorsi pasar yang dilarang Islam. ? Inilah yang akan dibahas dalam makalah ini.</p>
<p>Mekanisme Pasar : Perspektif Islam</p>
<p>Ekonomi Islam memandang bahwa pasar, negara, dan individu berada dalam keseimbangan(iqtishad), tidak boleh adasub-ordinat, sehingga salah satunya menjadi dominan dari yang lain. Pasar dijamin kebebasannya dalam Islam. Pasar bebas menentukan cara-cara produksi dan harga, tidak boleh ada gangguan yang mengakibatkan rusaknya keseimbangan pasar. Namun dalam kenyataannya sulit ditemukan pasar yang berjalan sendiri secara adil(fair). Distorasi pasar tetap sering terjadi, sehingga dapat merugikan para pihak.</p>
<p>Pasar yang dibiarkan berjalan sendiri (laissez faire), tanpa ada yang mengontrol, ternyata telah menyebabkan penguasaan pasar sepihak oleh pemilik modal(capitalist) penguasa infrastruktur dan pemilik informasi.</p>
<p>Asymetrik informasi juga menjadi permasalahan yang tidak bisa diselesaikan</p>
<p>oleh pasar. Negara dalam Islam mempunyai peran yang sama dengan</p>
<p>dengan pasar, tugasnya adalah mengatur dan mengawasi ekonomi</p>
<p>memastikan kompetisi di pasar berlangsung dengan sempurna, informasi yang merata dan keadilan ekonomi. Perannya sebagai pengatur tidak lantas menjadikannya dominan, sebab negara, sekali-kali tidak boleh mengganggu pasar yang berjalan seimbang, perannya hanya diperlukan ketika terjadi distorsi dalam sistem pasar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singgihwalkers.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singgihwalkers.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singgihwalkers.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singgihwalkers.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/singgihwalkers.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/singgihwalkers.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/singgihwalkers.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/singgihwalkers.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singgihwalkers.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singgihwalkers.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singgihwalkers.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singgihwalkers.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singgihwalkers.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singgihwalkers.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singgihwalkers.wordpress.com&amp;blog=10078656&amp;post=120&amp;subd=singgihwalkers&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/pasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd07547e175e47d4c4c690a1aedf8f15?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">singual</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENERIMAAN DALAM NEGERI</title>
		<link>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/penerimaan-dalam-negeri/</link>
		<comments>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/penerimaan-dalam-negeri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 05:58:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>singual</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singgihwalkers.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[A. Migas : minyak bumi, gas alam dan batu bara. B. Non migas : PAJAK 1. pajak dalam negeri ● pajak penghasilan (migas dan non migas) ● pajak pertambahan nilai ● cukai ● pajak bumi ● bangunan, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan serta pajak lainnya. 2. pajak perdagangan internasional ● bea masuk ● [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singgihwalkers.wordpress.com&amp;blog=10078656&amp;post=118&amp;subd=singgihwalkers&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A. Migas : minyak bumi, gas alam dan batu bara.<br />
B. Non migas : PAJAK 1. pajak dalam negeri<br />
● pajak penghasilan (migas dan non migas)<br />
● pajak pertambahan nilai<br />
● cukai<br />
● pajak bumi<br />
● bangunan, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan serta pajak lainnya.</p>
<p>2. pajak perdagangan internasional<br />
● bea masuk<br />
● pungutan ekspor / pajak</p>
<p>●BUKAN PAJAK 1. penerimaan SDA [minyak bumi, gas alam, pertambangan umum, kehutanan dan perikanan]<br />
2. bagian laba BUMN<br />
3. penerimaan bukan pajak lainnya</p>
<p>I. Penerimaan Dalam Negeri<br />
A. Penerimaan Perpajakan<br />
● pajak dalam negeri<br />
● pajak perdagangan internasional<br />
B. Penerimaan Bukan Pajak<br />
● penerimaan SDA<br />
● bagian laba BUMN<br />
● penerimaan bukan pajak lainnya</p>
<p><strong>Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara</strong> (APBN), adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> yang disetujui oleh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Perwakilan_Rakyat">Dewan Perwakilan Rakyat</a>. APBN berisi daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun anggaran (1 Januari &#8211; 31 Desember). APBN, Perubahan APBN, dan Pertanggungjawaban APBN setiap tahun ditetapkan dengan <a title="Undang-Undang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Undang-Undang">Undang-Undang</a>.</p>
<h3>Penyusunan APBN</h3>
<p>Pemerintah mengajukan Rancangan APBN dalam bentuk RUU tentang APBN kepada DPR. Setelah melalui pembahasan, DPR menetapkan Undang-Undang tentang APBN selambat-lambatnya 2 bulan sebelum tahun anggaran dilaksanakan.</p>
<h3>Pelaksanaan APBN</h3>
<p>Setelah APBN ditetapkan dengan Undang-Undang, pelaksanaan APBN dituangkan lebih lanjut dengan <a title="Peraturan Presiden" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peraturan_Presiden">Peraturan Presiden</a>.</p>
<p>Berdasarkan perkembangan, di tengah-tengah berjalannya tahun anggaran, APBN dapat mengalami revisi/perubahan. Untuk melakukan revisi APBN, Pemerintah harus mengajukan RUU Perubahan APBN untuk mendapatkan persetujuan DPR.Perubahan APBN dilakukan paling lambat akhir Maret, setelah pembahasan dengan Badan anggaran <a title="DPR" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DPR">DPR</a>.</p>
<p>Dalam keadaan darurat (misalnya terjadi bencana alam), Pemerintah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya.</p>
<h3>Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN</h3>
<p>Selambatnya 6 bulan setelah tahun anggaran berakhir, Presiden menyampaikan RUU tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN kepada DPR berupa <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laporan_keuangan">Laporan keuangan</a> yang telah diperiksa oleh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Pemeriksa_Keuangan">Badan Pemeriksa Keuangan</a>.</p>
<h2>Struktur APBN</h2>
<p>Struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara saat ini adalah:</p>
<h3>Belanja Negara</h3>
<p>Belanja terdiri atas dua jenis:</p>
<ol>
<li><strong>Belanja      Pemerintah Pusat</strong>,      adalah belanja yang digunakan untuk membiayai kegiatan pembangunan      Pemerintah Pusat, baik yang dilaksanakan di pusat maupun di daerah      (dekonsentrasi dan tugas pembantuan). Belanja Pemerintah Pusat dapat      dikelompokkan menjadi: Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Modal,      Pembiayaan Bunga Utang, Subsidi BBM dan Subsidi Non-BBM, Belanja Hibah,      Belanja Sosial (termasuk Penanggulangan Bencana), dan Belanja Lainnya.</li>
<li><strong>Belanja      Daerah</strong>, adalah      belanja yang dibagi-bagi ke Pemerintah Daerah, untuk kemudian masuk dalam      pendapatan <a title="APBD" href="http://id.wikipedia.org/wiki/APBD">APBD</a> daerah yang bersangkutan. Belanja Daerah meliputi:
<ol>
<li>Dana       Bagi Hasil</li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dana_Alokasi_Umum">Dana Alokasi Umum</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dana_Alokasi_Khusus">Dana Alokasi       Khusus</a></li>
<li><a title="Dana Otonomi Khusus (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dana_Otonomi_Khusus&amp;action=edit&amp;redlink=1">Dana Otonomi Khusus</a>.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<h3>Pembiayaan</h3>
<p>Pembiayaan meliputi:</p>
<ol>
<li>Pembiayaan      Dalam Negeri, meliputi Pembiayaan Perbankan, Privatisasi, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Utang_Negara">Surat Utang Negara</a>,      serta penyertaan modal negara.</li>
<li>Pembiayaan      Luar Negeri, meliputi:
<ol>
<li>Penarikan       Pinjaman Luar Negeri, terdiri atas Pinjaman Program dan Pinjaman Proyek</li>
<li>Pembayaran       Cicilan Pokok Utang Luar Negeri, terdiri atas Jatuh Tempo dan Moratorium.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<h2>Asumsi APBN</h2>
<p>Dalam penyusunan APBN, pemerintah menggunakan 7 indikator perekonomian makro, yaitu:</p>
<ol>
<li><a title="Produk Domestik Bruto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Produk_Domestik_Bruto">Produk Domestik Bruto</a> (PDB) dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rupiah">rupiah</a></li>
<li><a title="Pertumbuhan ekonomi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_ekonomi">Pertumbuhan ekonomi tahunan</a> (%)</li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi">Inflasi</a> (%)</li>
<li>Nilai      tukar rupiah per <a title="Dolar Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dolar_Amerika_Serikat">USD</a></li>
<li>Suku      bunga <a title="SBI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/SBI">SBI</a> 3 bulan      (%)</li>
<li>Harga      minyak indonesia (USD/barel)</li>
<li>Produksi      minyak Indonesia (barel/hari)</li>
</ol>
<h2>Teori mengenai APBN</h2>
<h3>Fungsi APBN</h3>
<p>APBN merupakan instrumen untuk mengatur pengeluaran dan pendapatan negara dalam rangka membiayai pelaksanaan kegiatan <a title="Pemerintahan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintahan">pemerintahan</a> dan pembangunan, mencapai pertumbuhan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi">ekonomi</a>, meningkatkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasional">pendapatan nasional</a>, mencapai stabitas perekonomian, dan menentukan arah serta prioritas pembangunan secara umum.</p>
<p>APBN mempunyai fungsi otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi, dan stabilisasi. Semua penerimaan yang menjadi hak dan pengeluaran yang menjadi kewajiban negara dalam suatu tahun anggaran harus dimasukkan dalam APBN. Surplus penerimaan negara dapat digunakan untuk membiayai pengeluaran negara tahun anggaran berikutnya.</p>
<ul>
<li><strong>Fungsi      otorisasi</strong>,      mengandung arti bahwa anggaran negara menjadi dasar untuk melaksanakan      pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan, Dengan demikian,      pembelanjaan atau pendapatan dapat dipertanggungjawabkan kepada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rakyat">rakyat</a>.</li>
<li><strong>Fungsi      perencanaan</strong>,      mengandung arti bahwa anggaran negara dapat menjadi pedoman bagi negara      untuk merencanakan kegiatan pada tahun tersebut. Bila suatu pembelanjaan      telah direncanakan sebelumnya, maka negara dapat membuat rencana-rencana      untuk medukung pembelanjaan tersebut. Misalnya, telah direncanakan dan      dianggarkan akan membangun proyek pembangunan jalan dengan nilai sekian      miliar. Maka, pemerintah dapat mengambil tindakan untuk mempersiapkan      proyek tersebut agar bisa berjalan dengan lancar.</li>
<li><strong>Fungsi      pengawasan</strong>,      berarti anggaran negara harus menjadi pedoman untuk menilai apakah      kegiatan penyelenggaraan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintah">pemerintah</a> negara sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian akan      mudah bagi rakyat untuk menilai apakah tindakan pemerintah menggunakan      uang negara untuk keperluan tertentu itu dibenarkan atau tidak.</li>
<li><strong>Fungsi      alokasi</strong>,      berarti bahwa anggaran negara harus diarahkan untuk mengurangi pengangguran      dan pemborosan sumber daya serta meningkatkan efesiensi dan efektivitas      perekonomian.</li>
<li><strong>Fungsi      distribusi</strong>,      berarti bahwa kebijakan anggaran negara harus memperhatikan rasa keadilan      dan kepatutan</li>
<li><strong>Fungsi      stabilisasi</strong>,      memiliki makna bahwa anggaran pemerintah menjadi alat untuk memelihara dan      mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian.</li>
</ul>
<h3>Prinsip penyusunan APBN</h3>
<p>Berdasarkan aspek pendapatan, prinsip penyusunan APBN ada tiga, yaitu:</p>
<ul>
<li>Intensifikasi      penerimaan anggaran dalam jumlah dan kecepatan penyetoran.</li>
<li>Intensifikasi      penagihan dan pemungutan piutang negara.</li>
<li>Penuntutan      ganti rugi atas kerugian yang diderita oleh negara dan penuntutan denda.</li>
</ul>
<p>Sementara berdasarkan aspek pengeluaran, prinsip penyusunan APBN adalah:</p>
<ul>
<li>Hemat,      efesien, dan sesuai dengan kebutuhan.</li>
<li>Terarah,      terkendali, sesuai dengan rencana program atau kegiatan.</li>
<li>Semaksimah      mungkin menggunakan hasil produksi dalam negeri dengan memperhatikan      kemampuan atau potensi nasional.</li>
</ul>
<h3>Azas penyusunan APBN</h3>
<p>APBN disusun dengan berdasarkan azas-azas:</p>
<ul>
<li>Kemandirian,      yaitu meningkatkan sumber penerimaan dalam negeri.</li>
<li>Penghematan      atau peningkatan efesiensi dan produktivitas.</li>
<li>Penajaman      prioritas pembangunan</li>
<li>Menitik      beratkan pada azas-azas dan undang-undang negara</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singgihwalkers.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singgihwalkers.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singgihwalkers.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singgihwalkers.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/singgihwalkers.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/singgihwalkers.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/singgihwalkers.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/singgihwalkers.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singgihwalkers.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singgihwalkers.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singgihwalkers.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singgihwalkers.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singgihwalkers.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singgihwalkers.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singgihwalkers.wordpress.com&amp;blog=10078656&amp;post=118&amp;subd=singgihwalkers&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singgihwalkers.wordpress.com/2011/03/18/penerimaan-dalam-negeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd07547e175e47d4c4c690a1aedf8f15?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">singual</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
